Selasa, 07 Maret 2023

KARYA TULIS ILMIAH XI IPA 4

 KARYA ILMIAH

Assalamualaiukum warohmatullohiwabarokatuh.

Nama Guru    : Surahmi,s.pd

Mapel            : Bahasa Indonesia

Kelas             ; XI IPA  4

Hari/tanggal  : Selasa,7 maret 2023

Kd                 : 3.15 Menganalisis sistematika dan kebahasaan karya ilmiah.

                        4.15 Mengonstruksi sebuah karya ilmiah dengan memerhatikan isi,sistematika dan kebahasaan.

 

Tujuan pembelajaran ;

1.Siswa mampu menganalisis sistematika dan kebahasaan karya ilmiah.

2.Siswa mampu merancang informasi,tujuan,dan esensiyang harus disajikan dalam karya ilmiah.

3.Siswa mampu mengonstruksi sebuah karya ilmiah dengan memperhatikan isi,sistematis dan kebahasaan.


A.Pengertian Karya Tulis Ilmiah

pengertian karya tulis ilmiah menurut para ahli berikut ini :

1. Eko Susilo, M.

Menurut Eko Susilo, M., Karya tulis ilmiah adalah artikel yang diperoleh sesuai dengan sifat ilmiah dan didasarkan pada observasi, evaluasi, penelitian dalam bidang tertentu, disusun menurut metode tertentu dengan sistematika penulisan bahasa bersantun dan isinya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya/keilmiahannya.

2. Dwiloka dan Riana

Menurut Dwiloka dan Riana, Karya ilmiah atau artikel ilmiah adalah karya seorang ilmuwan (dalam bentuk pembangunan) yang ingin mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni yang diperoleh melalui literatur, koleksi pengalaman, penelitian.

3. Titi Setiyoningsih, S.Pd, M.Pd

Dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Sebelas Maret, Surakarta ini menyebutkan, bahwa karya tulis merupakan sebuah tulisan yang dibuat berdasarkan metode ilmiah, yakni logika ilmu pengetahuan, yang dimulai dari adanya masalah, tujuan, manfaat, dan pentingnya hal tersebut dibahas, memuat adanya fakta, teori-teori terdahulu, dan karya-karya terdahulu yang membawa hal tersebut, kemudian ada metode, pembahasan, hingga kesimpulan, tentunya referensi juga harus disertakan.

Pengertian karya tulis ilmiah di atas, berkembang seturut pengalaman penggunanya. Jadi, para ahli di atas, mendefinisikan karya tulis ilmiah berdasarkan pengalaman, serta kebutuhan menggunakan dan membuat karya tulis ilmiah. Dari definisi yang beragam, kita akan mengupas mengenai fungsi karya tulis ilmiah.

 

B. Fungsi Karya Tulis Ilmiah

 

1. Fungsi Untuk Pendidikan

2. Fungsi Untuk Penelitian

3. Fungsi Fungsional

 

C. Manfaat Karya Tulis Karya Tulis Ilmiah

 

1. Dapat melatih pengembangan keterampilan membaca yang efektif.

2. Sebagai pengenalan terhadap aktivitas kepustakaan

3. Mendapatkan kepuasan intelektual

4. Memperluas cakrawala ilmu pengetahuan

5. Sebagai bahan acuan atau penelitian pendahuluan untuk peneliti selanjutnya

 

D. Jenis-Jenis Karya Tulis Ilmiah

1. Artikel

Artikel adalah sebuah karya tulis yang isinya berupa gagasan atau fakta yang dapat membujuk, meyakinkan, mendidik, serta menghibur pembacanya. Biasanya artikel memiliki panjang kalimat dengan jumlah karakter tertentu.

2. Makalah

Makalah adalah jenis karya tulis yang bersifat ilmiah. Biasanya, makalah ditulis untuk keperluan terkait dengan pendidikan. Dalam penyusunannya, diperlukan data pendukung dari hasil observasi lapangan dari sebuah masalah dalam penelitian. Data yang terkumpul diperlukan untuk mencari penyelesaian masalah dalam penelitian. Biasanya makalah ini disampaikan dalam seminar, simposium, atau uji materi.

3. Skripsi

Menurut Wikipedia, Skripsi adalah istilah yang digunakan di Indonesia untuk mengilustrasikan suatu karya tulis ilmiah berupa paparan tulisan hasil penelitian mahasiswa strata satu (S-1), yang membahas fenomena atau permasalahan tertentu dengan menggunakan kaidah yang berlaku. Penekanan isi dari skripsi terletak pada orisinalitas. Skripsi menjadi syarat kelulusan bagi mahasiswa, untuk meraih gelar sarjana, setelah melalui ujian di depan dosen penguji.

4. Work paper

Work paper atau jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia adalah kertas kerja, merupakan jenis karya tulis ilmiah yang hampir mirip dengan makalah, tetapi analisisnya lebih mendalam. Biasanya work paper berisi catatan-catatan auditor, berisi prosedur audit yang digunakan, metode uji yang dilakukan, informasi yang diperoleh, dan kesimpulan yang dibuat berdasar auditnya.

5. Paper

Paper adalah jenis karya tulis ilmiah yang ditulis berdasar data, serta argumen yang tingkat kevalidannya kuat. Paper juga biasa disebut sebagai ringkasan dari penelitian yang telah dibuat. Tidak banyak perbedaan antara paper dengan makalah, hanya sistematika penulisannya dan pembahasannya yang berbeda. Pembahasannya lebih singkat, karena hanya terfokus pada analisis masalahnya saja.

6. Tesis

Tesis kurang lebih serupa dengan skripsi pada mahasiswa strata satu (S-1), tetapi tesis menganalisis topic dengan lebih kompleks, sehingga esensi ilmiahnya lebih kuat dan lebih kompleks jika dibanding dengan skripsi. Tesis dibuat sebagai syarat kelulusan untuk meraih gelar magister atau master yang ditempuh oleh mahasiswa pasca sarjana (S-2)

7. Disertasi

Setingkat lebih tinggi dari tesis, ada yang biasa disebut dengan disertasi. Karena setingkat lebih tinggi, disertasi digunakan sebagai syarat kelulusan untuk meraih gelar doktor bagi mahasiswa program studi strata tiga (S-3).


 SOAL,

KERJAKAN DIKOLOM KOMENTAR BERI NAMA DAN KELAS...

Tulis daftar pustaka berdasarkan ilustrasi berikut  dengan tepat !

penulis buku Anwar Fuadi,diterbitkan tahun 2022,judul buku KETRAMPILAN MEMBACA PUISI 

Terbit di Bandar Lampunng,oleh  Penerbit Mas Media.

 

KARYA TULIS ILMIAH KELAS XI IPA 1

  KARYA ILMIAH

Assalamualaiukum warohmatullohiwabarokatuh.

Nama Guru    : Surahmi,s.pd

Mapel            : Bahasa Indonesia

Kelas             ; XI IPA  1

Hari/tanggal  : Selasa,7 maret 2023

Kd                 : 3.15 Menganalisis sistematika dan kebahasaan karya ilmiah.

                        4.15 Mengonstruksi sebuah karya ilmiah dengan memerhatikan isi,sistematika dan kebahasaan.

 

Tujuan pembelajaran ;

1.Siswa mampu menganalisis sistematika dan kebahasaan karya ilmiah.

2.Siswa mampu merancang informasi,tujuan,dan esensiyang harus disajikan dalam karya ilmiah.

3.Siswa mampu mengonstruksi sebuah karya ilmiah dengan memperhatikan isi,sistematis dan kebahasaan.


A.Pengertian Karya Tulis Ilmiah

pengertian karya tulis ilmiah menurut para ahli berikut ini :

1. Eko Susilo, M.

Menurut Eko Susilo, M., Karya tulis ilmiah adalah artikel yang diperoleh sesuai dengan sifat ilmiah dan didasarkan pada observasi, evaluasi, penelitian dalam bidang tertentu, disusun menurut metode tertentu dengan sistematika penulisan bahasa bersantun dan isinya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya/keilmiahannya.

2. Dwiloka dan Riana

Menurut Dwiloka dan Riana, Karya ilmiah atau artikel ilmiah adalah karya seorang ilmuwan (dalam bentuk pembangunan) yang ingin mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni yang diperoleh melalui literatur, koleksi pengalaman, penelitian.

3. Titi Setiyoningsih, S.Pd, M.Pd

Dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Sebelas Maret, Surakarta ini menyebutkan, bahwa karya tulis merupakan sebuah tulisan yang dibuat berdasarkan metode ilmiah, yakni logika ilmu pengetahuan, yang dimulai dari adanya masalah, tujuan, manfaat, dan pentingnya hal tersebut dibahas, memuat adanya fakta, teori-teori terdahulu, dan karya-karya terdahulu yang membawa hal tersebut, kemudian ada metode, pembahasan, hingga kesimpulan, tentunya referensi juga harus disertakan.

Pengertian karya tulis ilmiah di atas, berkembang seturut pengalaman penggunanya. Jadi, para ahli di atas, mendefinisikan karya tulis ilmiah berdasarkan pengalaman, serta kebutuhan menggunakan dan membuat karya tulis ilmiah. Dari definisi yang beragam, kita akan mengupas mengenai fungsi karya tulis ilmiah.

 

B. Fungsi Karya Tulis Ilmiah

 

1. Fungsi Untuk Pendidikan

2. Fungsi Untuk Penelitian

3. Fungsi Fungsional

 

C. Manfaat Karya Tulis Karya Tulis Ilmiah

 

1. Dapat melatih pengembangan keterampilan membaca yang efektif.

2. Sebagai pengenalan terhadap aktivitas kepustakaan

3. Mendapatkan kepuasan intelektual

4. Memperluas cakrawala ilmu pengetahuan

5. Sebagai bahan acuan atau penelitian pendahuluan untuk peneliti selanjutnya

 

D. Jenis-Jenis Karya Tulis Ilmiah

1. Artikel

Artikel adalah sebuah karya tulis yang isinya berupa gagasan atau fakta yang dapat membujuk, meyakinkan, mendidik, serta menghibur pembacanya. Biasanya artikel memiliki panjang kalimat dengan jumlah karakter tertentu.

2. Makalah

Makalah adalah jenis karya tulis yang bersifat ilmiah. Biasanya, makalah ditulis untuk keperluan terkait dengan pendidikan. Dalam penyusunannya, diperlukan data pendukung dari hasil observasi lapangan dari sebuah masalah dalam penelitian. Data yang terkumpul diperlukan untuk mencari penyelesaian masalah dalam penelitian. Biasanya makalah ini disampaikan dalam seminar, simposium, atau uji materi.

3. Skripsi

Menurut Wikipedia, Skripsi adalah istilah yang digunakan di Indonesia untuk mengilustrasikan suatu karya tulis ilmiah berupa paparan tulisan hasil penelitian mahasiswa strata satu (S-1), yang membahas fenomena atau permasalahan tertentu dengan menggunakan kaidah yang berlaku. Penekanan isi dari skripsi terletak pada orisinalitas. Skripsi menjadi syarat kelulusan bagi mahasiswa, untuk meraih gelar sarjana, setelah melalui ujian di depan dosen penguji.

4. Work paper

Work paper atau jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia adalah kertas kerja, merupakan jenis karya tulis ilmiah yang hampir mirip dengan makalah, tetapi analisisnya lebih mendalam. Biasanya work paper berisi catatan-catatan auditor, berisi prosedur audit yang digunakan, metode uji yang dilakukan, informasi yang diperoleh, dan kesimpulan yang dibuat berdasar auditnya.

5. Paper

Paper adalah jenis karya tulis ilmiah yang ditulis berdasar data, serta argumen yang tingkat kevalidannya kuat. Paper juga biasa disebut sebagai ringkasan dari penelitian yang telah dibuat. Tidak banyak perbedaan antara paper dengan makalah, hanya sistematika penulisannya dan pembahasannya yang berbeda. Pembahasannya lebih singkat, karena hanya terfokus pada analisis masalahnya saja.

6. Tesis

Tesis kurang lebih serupa dengan skripsi pada mahasiswa strata satu (S-1), tetapi tesis menganalisis topic dengan lebih kompleks, sehingga esensi ilmiahnya lebih kuat dan lebih kompleks jika dibanding dengan skripsi. Tesis dibuat sebagai syarat kelulusan untuk meraih gelar magister atau master yang ditempuh oleh mahasiswa pasca sarjana (S-2)

7. Disertasi

Setingkat lebih tinggi dari tesis, ada yang biasa disebut dengan disertasi. Karena setingkat lebih tinggi, disertasi digunakan sebagai syarat kelulusan untuk meraih gelar doktor bagi mahasiswa program studi strata tiga (S-3).


 SOAL,

KERJAKAN DIKOLOM KOMENTAR BERI NAMA DAN KELAS...

Tulis daftar pustaka berdasarkan ilustrasi berikut  dengan tepat !

penulis buku Anwar Fuadi,diterbitkan tahun 2022,judul buku KETRAMPILAN MEMBACA PUISI 

Terbit di Bandar Lampunng,oleh Mas Media.

 

MATERI DEBAT KELAS X IPS 2

  ASSALAMUALAIKUMWAROHMATULLOHIWABAROKATUH

MAPEL;  BAHASA INDONESIA

GURU  ;  SURAHMI,SPD

MATERI ; DEBAT

KELAS X IPS 2

 

KD; 3.12 Menghubungkan isu,permasalahan sudut pandang,dan argumen beberapa pihak dan simpulan dari debat untuk menemukan esensi dari debat.

KD;3.13 Mengnalisis isi debat permasalahan,isu,sudut pandang dan argumen beberapa pihak dan simpulan.

 

TUJUAN PEMBELAJARAN ;

1.Peserta didik dapat menemukan esensi dari debat.

2.Peserta didik dapat mengonstruksi debat secara lisan untuk menunjukan esensi dari debat.

3.Peserta didik dapat menganalisis isi debat(permasalahan atau isu,sudut pandang,dan beberapa pihak dan simpulan)

4.Peserta didik dapat mengembangkan permasalahan atau isu dari berbagai sudut pandang yang dilengkapai argumen dalam berdebat.

 

MATERI DEBAT DAN PENGERTIANYA

A.Pengertian debat

Menurut KBBI, debat diartikan sebagai pembahasan dan pertukaran pendapat mengenai suatu hal dengan saling memberi alasan untuk mempertahankan pendapat masing-masing.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Debat: Pengertian, Tujuan, Manfaat, Unsur, Struktur, Jenis, Contoh", Klik untuk baca: https://www.kompas.com/skola/read/2020/11/26/202011369/debat-pengertian-tujuan-manfaat-unsur-struktur-jenis-contoh?page=all.
Penulis : Rosy Dewi Arianti Saptoyo
Editor : Arum Sutrisni Putri

Kompascom+ baca berita tanpa iklan: https://kmp.im/plus6
Download aplikasi: https://kmp.im/app6

 Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata “debat” berarti pembahasan dan pertukaran pendapat mengenai suatu hal, disertai saling memberi alasan untuk mempertahankan pendapat masing-masing. Alasan-alasan tersebut bisa didukung oleh informasi, data, dan fakta yang berkaitan dengan materi debat.

Tujuan dan Fungsi Debat

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, debat dilakukan untuk mencapai kemenangan dari beradu argumen. Argumen yang paling logis, jelas, dan memiliki struktur teks debat yang baik, biasanya memenangkan perdebatan. Selain untuk mencapai kemenangan argumen, tujuan debat dilakukan juga untuk menguji kebenaran pemikiran mengenai suatu hal.

Selain tujuan, pelaksanaan debat juga memiliki beberapa fungsi, antara lain melatih kemampuan berbicara di depan umum, kemampuan beradu argumen, berpikir kritis, serta mampu menghormati pendapat yang berbeda.

Unsur-Unsur Debat

Debat dapat dilaksanakan dengan memerhatikan beberapa unsur penting. Unsur-unsur debat tersebut adalah sebagai berikut:

  • Mosi: Hal atau topik yang diperdebatkan.
  • Tim pro: Tim yang setuju pada topik yang diperdebatkan .
  • Tim kontra: Tim oposisi tim pro atau tim yang tidak setuju atau menentang topik yang diperdebatkan.
  • Tim netral: Tim yang memberikan dua sisi argumen, baik dukungan maupun sanggahan terhadap topik yang diperdebatkan.
  • Moderator: Orang yang memimpin dan memandu jalannya debat.
  • Notulen: Orang yang menulis jalannya perdebatan dan mengambil kesimpulan dari perdebatan tersebut.

Struktur Teks Debat

Sama seperti teks lainnya, teks debat juga memiliki struktur yang wajib kamu perhatikan. Struktur teks debat tersebut, meliputi:

  • Pengenalan: Bagian ini berisi perkenalan diri dari masing-masing tim debat.
  • Penyampaian argumen: Bagian ini berisi penyampaian argumen dari masing-masing tim mengenai mosi yang sudah ditentukan. Argumen harus didukung dengan data dan fakta.
  • Debat: Setelah masing-masing tim menyampaikan argumen, barulah mereka masuk ke bagian inti struktur teks debat, yaitu debat. Di bagian ini, setiap tim saling menyampaikan sanggahan mereka. Misalnya, tim pro menyanggah argumen tim kontra, atau sebaliknya, tim kontra menyanggah argumen tim pro. Dalam menyampaikan sanggahan, masing-masing tim harus menggunakan bahasa yang sopan dan tidak menyinggung pihak tim lawan.
  • Kesimpulan: Bagian ini berisi kesimpulan dari setiap tim, kemudian diakhiri dengan kesimpulan hasil debat dari moderator.
  • Kaidah Kebahasaan Teks Debat

    Selain memiliki struktur, teks debat juga memiliki kaidah kebahasaannya sendiri. Kaidah kebahasaan teks debat tersebut adalah sebagai berikut:

  • Kalimat Kompleks: struktur teks debat biasanya menggunakan kalimat kompleks, yang memiliki lebih dari satu struktur atau lebih dari satu kata kerja.
  • Konjungsi: teks debat biasanya memanfaatkan konjungsi yang berfungsi untuk menghubungkan kata-kata atau kalimat.
  • Kata Rujukan,:teks debat biasanya menggunakan kata rujukan yang berfungsi untuk menjelaskan pemilik atau pemberi informasi, data, dan fakta yang digunakan dalam argumentasi. Misalnya, dia, beliau, ini, itu, di sana, di sini, dan sebagainya. 

Contoh Teks Debat

Mosi

Dibukanya sekolah tatap muka pada semester genap tahun ajaran dan tahun akademik 2020/2021 di masa pandemi COVID-19.

Moderator

Pada tanggal 20 November 2020, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengumumkan bahwa pemerintah sudah mencabut aturan larangan sekolah tatap muka di masa pandemi COVID-19.

Berdasarkan SKB 4 Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Pada Semester Genap Tahun Ajaran dan Tahun Akademik 2020/2021, Mendikbud menjelaskan bahwa pemerintah akan mengizinkan sekolah tatap muka dan memberikan kewenangan sepenuhnya kepada pemerintah daerah. Bagaimana menurut kalian? Apakah Indonesia sudah siap membuka sekolah-sekolahnya dan menyelenggarakan sekolah tatap muka lagi?

Tim Pro

Kami sangat setuju pemerintah membuka kembali sekolah-sekolah dan menyelenggarakan sekolah tatap muka lagi karena Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) kami nilai kurang efisien dalam proses belajar mengajar.

Apalagi, selama ini PJJ terbukti tidak dapat dilakukan di seluruh Indonesia. Masih banyak guru dan pelajar di desa yang tidak dapat menyelenggarakan PJJ karena kendala tidak memiliki peralatan yang memadai, seperti laptop atau smartphone.

Selain itu, internet di daerah-daerah masih belum stabil sehingga membuat para siswa di daerah semakin berpotensi mengalami ketertinggalan pendidikan.

Dampak-dampak negatif yang dikemukakan oleh Kemendikbud juga sangat beralasan. Oleh karena itu, kami mendukung dibukanya kembali sekolah-sekolah dan diadakannya kembali pembelajaran tatap muka.

Tim Kontra

Kami menolak dibukanya kembali sekolah-sekolah dan diadakannya kembali pembelajaran tatap muka. Dalam kondisi pandemi yang semakin memprihatinkan saat ini di Indonesia, lebih baik rencana pemerintah ini ditunda dulu.

Kami khawatir bila pemerintah masih bersikeras membuka sekolah dan mengadakan pembelajaran tatap muka, akan ada banyak klaster baru COVID-19.

Memang PJJ tidak dapat sepenuhnya dilaksanakan di seluruh Indonesia, tapi kami pikir, kesehatan dan keselamatan masyarakat Indonesia jauh lebih penting dibandingkan memaksakan diri untuk membuka kembali sekolah-sekolah. Apalagi, data menunjukkan pada tanggal 8 Januari 2021, ada lonjakan kasus baru positif COVID-19 sampai 10.617 kasus. 

Tim Netral

Sebagai tim netral, kami bisa memahami masing-masing argumen dari tim pro dan tim kontra. Kami setuju PJJ yang tidak dapat dilaksanakan di seluruh Indonesia membuat banyak siswa di daerah yang mengalami ketertinggalan, tapi kami juga setuju kalau dengan memaksakan dibukanya sekolah-sekolah pada masa pandemi yang semakin mengkhawatirkan ini dapat menimbulkan banyaknya klaster baru di sekolah-sekolah yang dipaksakan dibuka.

Sekalipun demikian, mungkin kita dapat menekan penyebaran dan penambahan kasus baru COVID-19 dengan mengetatkan protokol kesehatan di sekolah-sekolah yang akan dibuka kembali, serta mengikuti peraturan pemerintah mengenai penyelenggaraan pembelajaran tatap muka.

Adanya kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pihak sekolah, pihak rumah sakit, orang tua, dan masyarakat, tentu bisa membuat pelaksanaan pembelajaran tatap muka ini berjalan optimal.

Namun, bila memang nantinya terbukti kebijakan pemerintah ini menimbulkan klaster-klaster COVID-19 baru di sekolah-sekolah yang dibuka kembali, sebaiknya pemerintah menghentikan kebijakan pembukaan kembali sekolah-sekolah ini dan kembali menerapkan PJJ.

Moderator

Baik, setelah mendengarkan argumen dari masing-masing tim, kita bisa menarik kesimpulan bahwa dibukanya sekolah tatap muka pada semester genap tahun ajaran dan tahun akademik 2000/2021 di masa pandemi COVID-19 bisa dilakukan dengan kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pihak sekolah, pihak rumah sakit, dan masyarakat.

Pelaksanaan tersebut wajib menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan mematuhi peraturan pemerintah mengenai penyelenggaraan sekolah tatap muka.

Namun, bila kebijakan sekolah tatap muka ini menimbulkan klaster-klaster baru, maka pemerintah harus menghentikan kebijakan pembukaan kembali sekolah-sekolah ini. Pemerintah harus berfokus pada penerapan PJJ yang jauh lebih baik dari sebelumnya, terutama untuk para guru dan siswa yang ada di daerah-daerah.

SOAL,KERJAKAN DI KOLOM KOMENTAR,TULIS NAMA DAN KELAS !

Tuliskan tujuan DEBAT.....

Jumat, 03 Maret 2023

KARYA TULIS ILMIAH XI IPA 1

 

  KARYA ILMIAH

Assalamualaiukum warohmatullohiwabarokatuh.

Nama Guru    : Surahmi,s.pd

Mapel            : Bahasa Indonesia

Kelas             ; XI IPA  1

Hari/tanggal  : Jumat,3 maret 2023

Kd                 : 3.15 Menganalisis sistematika dan kebahasaan karya ilmiah.

                        4.15 Mengonstruksi sebuah karya ilmiah dengan memerhatikan isi,sistematika dan kebahasaan.

 

Tujuan pembelajaran ;

1.Siswa mampu menganalisis sistematika dan kebahasaan karya ilmiah.

2.Siswa mampu merancang informasi,tujuan,dan esensiyang harus disajikan dalam karya ilmiah.

3.Siswa mampu mengonstruksi sebuah karya ilmiah dengan memperhatikan isi,sistematis dan kebahasaan.


A.Pengertian Karya Tulis Ilmiah

pengertian karya tulis ilmiah menurut para ahli berikut ini :

1. Eko Susilo, M.

Menurut Eko Susilo, M., Karya tulis ilmiah adalah artikel yang diperoleh sesuai dengan sifat ilmiah dan didasarkan pada observasi, evaluasi, penelitian dalam bidang tertentu, disusun menurut metode tertentu dengan sistematika penulisan bahasa bersantun dan isinya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya/keilmiahannya.

2. Dwiloka dan Riana

Menurut Dwiloka dan Riana, Karya ilmiah atau artikel ilmiah adalah karya seorang ilmuwan (dalam bentuk pembangunan) yang ingin mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni yang diperoleh melalui literatur, koleksi pengalaman, penelitian.

3. Titi Setiyoningsih, S.Pd, M.Pd

Dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Sebelas Maret, Surakarta ini menyebutkan, bahwa karya tulis merupakan sebuah tulisan yang dibuat berdasarkan metode ilmiah, yakni logika ilmu pengetahuan, yang dimulai dari adanya masalah, tujuan, manfaat, dan pentingnya hal tersebut dibahas, memuat adanya fakta, teori-teori terdahulu, dan karya-karya terdahulu yang membawa hal tersebut, kemudian ada metode, pembahasan, hingga kesimpulan, tentunya referensi juga harus disertakan.

Pengertian karya tulis ilmiah di atas, berkembang seturut pengalaman penggunanya. Jadi, para ahli di atas, mendefinisikan karya tulis ilmiah berdasarkan pengalaman, serta kebutuhan menggunakan dan membuat karya tulis ilmiah. Dari definisi yang beragam, kita akan mengupas mengenai fungsi karya tulis ilmiah.

 

B. Fungsi Karya Tulis Ilmiah

 

1. Fungsi Untuk Pendidikan

2. Fungsi Untuk Penelitian

3. Fungsi Fungsional

 

C. Manfaat Karya Tulis Karya Tulis Ilmiah

 

1. Dapat melatih pengembangan keterampilan membaca yang efektif.

2. Sebagai pengenalan terhadap aktivitas kepustakaan

3. Mendapatkan kepuasan intelektual

4. Memperluas cakrawala ilmu pengetahuan

5. Sebagai bahan acuan atau penelitian pendahuluan untuk peneliti selanjutnya

 

D. Jenis-Jenis Karya Tulis Ilmiah

1. Artikel

Artikel adalah sebuah karya tulis yang isinya berupa gagasan atau fakta yang dapat membujuk, meyakinkan, mendidik, serta menghibur pembacanya. Biasanya artikel memiliki panjang kalimat dengan jumlah karakter tertentu.

2. Makalah

Makalah adalah jenis karya tulis yang bersifat ilmiah. Biasanya, makalah ditulis untuk keperluan terkait dengan pendidikan. Dalam penyusunannya, diperlukan data pendukung dari hasil observasi lapangan dari sebuah masalah dalam penelitian. Data yang terkumpul diperlukan untuk mencari penyelesaian masalah dalam penelitian. Biasanya makalah ini disampaikan dalam seminar, simposium, atau uji materi.

3. Skripsi

Menurut Wikipedia, Skripsi adalah istilah yang digunakan di Indonesia untuk mengilustrasikan suatu karya tulis ilmiah berupa paparan tulisan hasil penelitian mahasiswa strata satu (S-1), yang membahas fenomena atau permasalahan tertentu dengan menggunakan kaidah yang berlaku. Penekanan isi dari skripsi terletak pada orisinalitas. Skripsi menjadi syarat kelulusan bagi mahasiswa, untuk meraih gelar sarjana, setelah melalui ujian di depan dosen penguji.

4. Work paper

Work paper atau jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia adalah kertas kerja, merupakan jenis karya tulis ilmiah yang hampir mirip dengan makalah, tetapi analisisnya lebih mendalam. Biasanya work paper berisi catatan-catatan auditor, berisi prosedur audit yang digunakan, metode uji yang dilakukan, informasi yang diperoleh, dan kesimpulan yang dibuat berdasar auditnya.

5. Paper

Paper adalah jenis karya tulis ilmiah yang ditulis berdasar data, serta argumen yang tingkat kevalidannya kuat. Paper juga biasa disebut sebagai ringkasan dari penelitian yang telah dibuat. Tidak banyak perbedaan antara paper dengan makalah, hanya sistematika penulisannya dan pembahasannya yang berbeda. Pembahasannya lebih singkat, karena hanya terfokus pada analisis masalahnya saja.

6. Tesis

Tesis kurang lebih serupa dengan skripsi pada mahasiswa strata satu (S-1), tetapi tesis menganalisis topic dengan lebih kompleks, sehingga esensi ilmiahnya lebih kuat dan lebih kompleks jika dibanding dengan skripsi. Tesis dibuat sebagai syarat kelulusan untuk meraih gelar magister atau master yang ditempuh oleh mahasiswa pasca sarjana (S-2)

7. Disertasi

Setingkat lebih tinggi dari tesis, ada yang biasa disebut dengan disertasi. Karena setingkat lebih tinggi, disertasi digunakan sebagai syarat kelulusan untuk meraih gelar doktor bagi mahasiswa program studi strata tiga (S-3).


 SILAKAN PELAJARI VIDEO TERSEBUT

Kamis, 02 Maret 2023

KARYA TULIS ILMIAH XI IPA 2

  KARYA ILMIAH

Assalamualaiukum warohmatullohiwabarokatuh.

Nama Guru    : Surahmi,s.pd

Mapel            : Bahasa Indonesia

Kelas             ; XI IPA  2

Hari/tanggal  : Kamis,2 maret 2023

Kd                 : 3.15 Menganalisis sistematika dan kebahasaan karya ilmiah.

                        4.15 Mengonstruksi sebuah karya ilmiah dengan memerhatikan isi,sistematika dan kebahasaan.

 

Tujuan pembelajaran ;

1.Siswa mampu menganalisis sistematika dan kebahasaan karya ilmiah.

2.Siswa mampu merancang informasi,tujuan,dan esensiyang harus disajikan dalam karya ilmiah.

3.Siswa mampu mengonstruksi sebuah karya ilmiah dengan memperhatikan isi,sistematis dan kebahasaan.


A.Pengertian Karya Tulis Ilmiah

pengertian karya tulis ilmiah menurut para ahli berikut ini :

1. Eko Susilo, M.

Menurut Eko Susilo, M., Karya tulis ilmiah adalah artikel yang diperoleh sesuai dengan sifat ilmiah dan didasarkan pada observasi, evaluasi, penelitian dalam bidang tertentu, disusun menurut metode tertentu dengan sistematika penulisan bahasa bersantun dan isinya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya/keilmiahannya.

2. Dwiloka dan Riana

Menurut Dwiloka dan Riana, Karya ilmiah atau artikel ilmiah adalah karya seorang ilmuwan (dalam bentuk pembangunan) yang ingin mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni yang diperoleh melalui literatur, koleksi pengalaman, penelitian.

3. Titi Setiyoningsih, S.Pd, M.Pd

Dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Sebelas Maret, Surakarta ini menyebutkan, bahwa karya tulis merupakan sebuah tulisan yang dibuat berdasarkan metode ilmiah, yakni logika ilmu pengetahuan, yang dimulai dari adanya masalah, tujuan, manfaat, dan pentingnya hal tersebut dibahas, memuat adanya fakta, teori-teori terdahulu, dan karya-karya terdahulu yang membawa hal tersebut, kemudian ada metode, pembahasan, hingga kesimpulan, tentunya referensi juga harus disertakan.

Pengertian karya tulis ilmiah di atas, berkembang seturut pengalaman penggunanya. Jadi, para ahli di atas, mendefinisikan karya tulis ilmiah berdasarkan pengalaman, serta kebutuhan menggunakan dan membuat karya tulis ilmiah. Dari definisi yang beragam, kita akan mengupas mengenai fungsi karya tulis ilmiah.

 

B. Fungsi Karya Tulis Ilmiah

 

1. Fungsi Untuk Pendidikan

2. Fungsi Untuk Penelitian

3. Fungsi Fungsional

 

C. Manfaat Karya Tulis Karya Tulis Ilmiah

 

1. Dapat melatih pengembangan keterampilan membaca yang efektif.

2. Sebagai pengenalan terhadap aktivitas kepustakaan

3. Mendapatkan kepuasan intelektual

4. Memperluas cakrawala ilmu pengetahuan

5. Sebagai bahan acuan atau penelitian pendahuluan untuk peneliti selanjutnya

 

D. Jenis-Jenis Karya Tulis Ilmiah

1. Artikel

Artikel adalah sebuah karya tulis yang isinya berupa gagasan atau fakta yang dapat membujuk, meyakinkan, mendidik, serta menghibur pembacanya. Biasanya artikel memiliki panjang kalimat dengan jumlah karakter tertentu.

2. Makalah

Makalah adalah jenis karya tulis yang bersifat ilmiah. Biasanya, makalah ditulis untuk keperluan terkait dengan pendidikan. Dalam penyusunannya, diperlukan data pendukung dari hasil observasi lapangan dari sebuah masalah dalam penelitian. Data yang terkumpul diperlukan untuk mencari penyelesaian masalah dalam penelitian. Biasanya makalah ini disampaikan dalam seminar, simposium, atau uji materi.

3. Skripsi

Menurut Wikipedia, Skripsi adalah istilah yang digunakan di Indonesia untuk mengilustrasikan suatu karya tulis ilmiah berupa paparan tulisan hasil penelitian mahasiswa strata satu (S-1), yang membahas fenomena atau permasalahan tertentu dengan menggunakan kaidah yang berlaku. Penekanan isi dari skripsi terletak pada orisinalitas. Skripsi menjadi syarat kelulusan bagi mahasiswa, untuk meraih gelar sarjana, setelah melalui ujian di depan dosen penguji.

4. Work paper

Work paper atau jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia adalah kertas kerja, merupakan jenis karya tulis ilmiah yang hampir mirip dengan makalah, tetapi analisisnya lebih mendalam. Biasanya work paper berisi catatan-catatan auditor, berisi prosedur audit yang digunakan, metode uji yang dilakukan, informasi yang diperoleh, dan kesimpulan yang dibuat berdasar auditnya.

5. Paper

Paper adalah jenis karya tulis ilmiah yang ditulis berdasar data, serta argumen yang tingkat kevalidannya kuat. Paper juga biasa disebut sebagai ringkasan dari penelitian yang telah dibuat. Tidak banyak perbedaan antara paper dengan makalah, hanya sistematika penulisannya dan pembahasannya yang berbeda. Pembahasannya lebih singkat, karena hanya terfokus pada analisis masalahnya saja.

6. Tesis

Tesis kurang lebih serupa dengan skripsi pada mahasiswa strata satu (S-1), tetapi tesis menganalisis topic dengan lebih kompleks, sehingga esensi ilmiahnya lebih kuat dan lebih kompleks jika dibanding dengan skripsi. Tesis dibuat sebagai syarat kelulusan untuk meraih gelar magister atau master yang ditempuh oleh mahasiswa pasca sarjana (S-2)

7. Disertasi

Setingkat lebih tinggi dari tesis, ada yang biasa disebut dengan disertasi. Karena setingkat lebih tinggi, disertasi digunakan sebagai syarat kelulusan untuk meraih gelar doktor bagi mahasiswa program studi strata tiga (S-3).


 SILAKAN PELAJARI VIDEO TERSEBUT

Rabu, 01 Maret 2023

KARYA TULIS ILMIAH XI IPA 3

 

  KARYA ILMIAH

Assalamualaiukum warohmatullohiwabarokatuh.

Nama Guru    : Surahmi,s.pd

Mapel            : Bahasa Indonesia

Kelas             ; XI IPA  3

Hari/tanggal  : RABU,1 MARET 2023

Kd                 : 3.14 Mengidentifikasi informasi,tujuan,dan esensi sebuah karya ilmiah yang di baca.

                        4.14 Merancang informasi ,tujuan  dan esensi yang harus disajikan dalam karya ilmiah.

Tujuan pembelajaran ;

1.Siswa mampu mengidentifikasi informasi,tujuan dan esensi sebuah karya ilmiah.

2.Siswa mampu menganalisis sistematika dan kebahasaan karya ilmiah.

3.Siswa mampu merancang informasi,tujuan,dan esensiyang harus disajikan dalam karya ilmiah.

4.Siswa mampu mengonstruksi sebuah karya ilmiah dengan memperhatikan isi,sistematis dan kebahasaan.


A.Pengertian Karya Tulis Ilmiah

pengertian karya tulis ilmiah menurut para ahli berikut ini :

1. Eko Susilo, M.

Menurut Eko Susilo, M., Karya tulis ilmiah adalah artikel yang diperoleh sesuai dengan sifat ilmiah dan didasarkan pada observasi, evaluasi, penelitian dalam bidang tertentu, disusun menurut metode tertentu dengan sistematika penulisan bahasa bersantun dan isinya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya/keilmiahannya.

2. Dwiloka dan Riana

Menurut Dwiloka dan Riana, Karya ilmiah atau artikel ilmiah adalah karya seorang ilmuwan (dalam bentuk pembangunan) yang ingin mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni yang diperoleh melalui literatur, koleksi pengalaman, penelitian.

3. Titi Setiyoningsih, S.Pd, M.Pd

Dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Sebelas Maret, Surakarta ini menyebutkan, bahwa karya tulis merupakan sebuah tulisan yang dibuat berdasarkan metode ilmiah, yakni logika ilmu pengetahuan, yang dimulai dari adanya masalah, tujuan, manfaat, dan pentingnya hal tersebut dibahas, memuat adanya fakta, teori-teori terdahulu, dan karya-karya terdahulu yang membawa hal tersebut, kemudian ada metode, pembahasan, hingga kesimpulan, tentunya referensi juga harus disertakan.

Pengertian karya tulis ilmiah di atas, berkembang seturut pengalaman penggunanya. Jadi, para ahli di atas, mendefinisikan karya tulis ilmiah berdasarkan pengalaman, serta kebutuhan menggunakan dan membuat karya tulis ilmiah. Dari definisi yang beragam, kita akan mengupas mengenai fungsi karya tulis ilmiah.

 

B. Fungsi Karya Tulis Ilmiah

 

1. Fungsi Untuk Pendidikan

2. Fungsi Untuk Penelitian

3. Fungsi Fungsional

 

C. Manfaat Karya Tulis Karya Tulis Ilmiah

 

1. Dapat melatih pengembangan keterampilan membaca yang efektif.

2. Sebagai pengenalan terhadap aktivitas kepustakaan

3. Mendapatkan kepuasan intelektual

4. Memperluas cakrawala ilmu pengetahuan

5. Sebagai bahan acuan atau penelitian pendahuluan untuk peneliti selanjutnya

 

D. Jenis-Jenis Karya Tulis Ilmiah

1. Artikel

Artikel adalah sebuah karya tulis yang isinya berupa gagasan atau fakta yang dapat membujuk, meyakinkan, mendidik, serta menghibur pembacanya. Biasanya artikel memiliki panjang kalimat dengan jumlah karakter tertentu.

2. Makalah

Makalah adalah jenis karya tulis yang bersifat ilmiah. Biasanya, makalah ditulis untuk keperluan terkait dengan pendidikan. Dalam penyusunannya, diperlukan data pendukung dari hasil observasi lapangan dari sebuah masalah dalam penelitian. Data yang terkumpul diperlukan untuk mencari penyelesaian masalah dalam penelitian. Biasanya makalah ini disampaikan dalam seminar, simposium, atau uji materi.

3. Skripsi

Menurut Wikipedia, Skripsi adalah istilah yang digunakan di Indonesia untuk mengilustrasikan suatu karya tulis ilmiah berupa paparan tulisan hasil penelitian mahasiswa strata satu (S-1), yang membahas fenomena atau permasalahan tertentu dengan menggunakan kaidah yang berlaku. Penekanan isi dari skripsi terletak pada orisinalitas. Skripsi menjadi syarat kelulusan bagi mahasiswa, untuk meraih gelar sarjana, setelah melalui ujian di depan dosen penguji.

4. Work paper

Work paper atau jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia adalah kertas kerja, merupakan jenis karya tulis ilmiah yang hampir mirip dengan makalah, tetapi analisisnya lebih mendalam. Biasanya work paper berisi catatan-catatan auditor, berisi prosedur audit yang digunakan, metode uji yang dilakukan, informasi yang diperoleh, dan kesimpulan yang dibuat berdasar auditnya.

5. Paper

Paper adalah jenis karya tulis ilmiah yang ditulis berdasar data, serta argumen yang tingkat kevalidannya kuat. Paper juga biasa disebut sebagai ringkasan dari penelitian yang telah dibuat. Tidak banyak perbedaan antara paper dengan makalah, hanya sistematika penulisannya dan pembahasannya yang berbeda. Pembahasannya lebih singkat, karena hanya terfokus pada analisis masalahnya saja.

6. Tesis

Tesis kurang lebih serupa dengan skripsi pada mahasiswa strata satu (S-1), tetapi tesis menganalisis topic dengan lebih kompleks, sehingga esensi ilmiahnya lebih kuat dan lebih kompleks jika dibanding dengan skripsi. Tesis dibuat sebagai syarat kelulusan untuk meraih gelar magister atau master yang ditempuh oleh mahasiswa pasca sarjana (S-2)

7. Disertasi

Setingkat lebih tinggi dari tesis, ada yang biasa disebut dengan disertasi. Karena setingkat lebih tinggi, disertasi digunakan sebagai syarat kelulusan untuk meraih gelar doktor bagi mahasiswa program studi strata tiga (S-3).