Rabu, 09 Maret 2022

DEBAT X IPA 3

                                                                        DEBAT

Assalamualaikumwarohmatullohiwabarokatuh.

Anak sholih sholiha,bagaimana kabar kalian,semoga sehat dan selalu dalam lindungan alloh swt.

Seblum kalian melaksanakan PJJ,sebainya sholat dhuha,dan sholat wajibnya dilaksanakan ya nak.

dalam PJJ kalian wajib menyimak materi materi yang ada di bloger,[erhatikan perintah dan jika ada soal,wajib kalian jawab.

Nama Guru   : Surahmi,s.pd

Mapel            : Bahasa Indonesia

Kelas             : x ipa 3

Hari/tanggal   : Rabu,9 Maret 2022

Materi             : Debat

Kd                   :3.13  Menganalisis isi debat permasalahan isu sudut pandang dan argumen beberapa pihak dan simpulan.

                         4.13. Mengembangkan permasalahan isu dari berbagai sudut pandang yang dilengkapi argumen dalam berdebat.

Tujuan Pembelajaran : Agar siswa dapat menganalisis isi debat permasalahan isu sudut pandang dalam                           debat.

                                    Agar siswa dapat mengembangkan permasalahan isu dari                                    berbagai                            pandang.

 

A. Pengertian Debat

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian debat adalah pertukaran dan pembahasan pendapat terkait suatu hal dengan saling menyampaikan argumentasi atau alasan dengan tujuan mempertahankan pendapat bahkan memenangkan pendapat.

Secara umum, debat dapat dipahami sebagai strategi dalam adu pendapat atau argumen dengan tujuan pendapat yang kita bisa mematahkan pendapat lawan, begitupun sebaliknya, pendapat kita tidak dipatahkan oleh lawan. Ada juga yang menyebut, debat adalah aktivitas mengajukan usul dan mempertahankan usulan tersebut.

Pengertian debat sebenarnya banyak sekali, ada banyak perspektif terkait definisi debat. Menurut Wusu Hendrikus, debat merupakan adu argumentasi antara individu atau kelompok dengan tujuan mencapai sebuah kemenangan satu pihak. Pada intinya, debat bertujuan untuk mempertahankan pendapat dan alasan seseorang agar diikuti oleh lawan debat, pengikut, dan orang lain.

Sementara, menurut J. S. Kamdhi (1995), pengertian debat yakni suatu pembahasan atau tukar pendapat oleh setiap peserta tentang suatu pokok masalah, dimana setiap peserta boleh memberikan alasan atau argumen untuk mempertahankan pendapatnya.

Selanjutnya, Henry Guntur Tarigan (1984) mengungkapkan bahwa debat adalah suatu aktivitas saling adu pendapat antar pribadi atau kelompok untuk menentukan baik tidaknya suatu usulan tertentu dengan mempertemukan pihak pendukung dan pihak penyangkal.

Kesimpulannya, debat merupakan pertukaran dan pembahasan usulan atau pendapat dengan saling memberikan alasan atau argumentasi dengan tujuan mempertahankan pendapat dari satu pihak. Oleh karena itu, Teks debat bisa juga diartikan sebagai teks yang berisi pernyataan dan argumentasi dari pihak-pihak yang berdebat tentang permasalahan tertentu dengan tujuan mendiskusikan, memutuskan dan mengkaji perbedaan.

B. Fungsi Debat

Debat memiliki beberapa fungsi yang akan sangat bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari, debat yang perlu di garis bawahi. Berikut adalah poinnya.

  1. Menumbuhkan keterampilan berbicara dalam menyampaikan pendapat dengan baik terhadap konflik yang pro maupun yang kontra.
  2. Membangun daya analitis, terkait dengan keahlian untuk menyimak dan memahami lawan debat.
  3. Menumbuhkan kemampuan dalam menyampaikan argumentasi secara logis dengan bahasa dan gestur sikap yang santun.
  4. Merangsang keterampilan dalam berpikir kritis
  5. Merangsang penelitian terkait isu-isu atau topik kontroversial
  6. Memahami dan mencari tahu sisi positif dan negatif terhadap isu tertentu
  7. Belajar berpikir analitis dan sistematis
  8. Belajar mengungkapkan hasil pemikiran pada orang lain
  9. Meningkatkan rasa percaya diri
  10. Meningkatkan keterampilan dalam melihat sesuatu dari perspektif yang lain
  11. Menumbuhkan keterampilan menilai dan mengklarifikasi pendapat orang lain
  12. Melatih berbicara secara runtut dan lancar

Fungsi debat sangat menguntungkan, keterampilan berbicara dalam debat dapat mendukung komunikasi-komunikasi dengan orang lain di dunia nyata. Namun, tidak semua orang bisa memiliki keterampilan debat. Debat bergantung mentalitas masing-masing orang, dan perlu diketahui juga, tidak semua orang menyukai berbicara, terlebih berdebat.

C. Tujuan Debat

Secara sederhana, debar merupakan adu pendapat untuk mempertahankan pendapat masing-masing untuk menang atau sudah tidak bisa dipatahkan oleh lawan. Berikut adalah tujuan debat secara luas:

  1. Membangun sebuah kasus yang disertai dengan argumen sebagai pendukung. Adapun kiat sukses merancang sebuah kasus dalam debat, yakni mengacu pertanyaan dasar yang meliputi 4W + 1H
  2. Memahami kasus yang tengah terjadi di dalam masyarakat
  3. Melatih menemukan argumentasi berdasarkan data yang kuat dan akurat
  4. Mempengaruhi sikap dan pendapat orang lain agar mereka sepakat dan setuju dengan argumen yang diusulkan.
  5. Sebagai cara untuk menampilkan, meningkatkan, dan mengembangkan komunikasi verbal
  6. Berusaha meyakinkan orang lain bahwa argumen yang dimiliki merupakan argumen yang paling tepat untuk disepakati dan disetujui

D. Ciri-CIri Debat

Berbincang mengenai debat, banyak istilah khusus yang hanya digunakan dalam aktivitas debat. Istilah-istilah khusus yang terdapat dalam debat seperti topik debat atau motion, ada juga istilah tim afirmatif yang berarti kelompok tim pro dan kontra. Selain itu, ketika debat, kedua tim debat sering mengatakan interupsi. Interupsi sama halnya dengan menyatakan pendapat.

Bentuk debat sebenarnya hampir sama ketika kita menyaksikan debat di televisi, ada kedua tim debat yang siap beradu argumen ditambah moderator dan atau sekaligus juri. Berikut merupakan ciri-ciri debat yang perlu diketahui.

Debat memiliki dua sudut pandang, yaitu sudut pandang pihak afirmatif dan sudut pandang pihak negatif. Dapat dikatakan pihak afirmatif ketika orang tersebut setuju pada topik yang didebatkan. Sementara pihak negatif adalah pihak yang tidak menyetujui topik debat itu sendiri.

  1. Terjadi adu pendapat dan argumen untuk mempertahankan argumen dan mendapatkan kemenangan
  2. Terjadi sesi tanya jawab yang bersifat menjatuhkan atau mematahkan argumen lawan
  3. Setiap debat mengutamakan antara pihak pro dan pihak kontra
  4. Satu sama lain saling mempertahankan pendapat atau argumennya masing-masing
  5. Cara menentukan pemenang, dapat dilakukan berdasarkan keputusan seorang juri atau bisa juga dengan voting dari tim juri
  6. Setiap terjadi perdebatan, diperlukan pihak penengah atau biasa disebut moderator. Moderator memiliki peran untuk memimpin jalannya debat.
  7. Menaati prosedur dan aturan debat, yang mana prosedur itu bertujuan untuk melindungi sekaligus mempertahankan argumen kedua belah pihak.

Dari ciri-ciri debat yang sudah disampaikan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa ciri-ciri debat adalah terdiri dari dua pendebat, ada moderator sekaligus juri, atau penunjukkan juri khusus apabila sebuah perlombaan debat.

Simak video berikut ini!


 

 SILAKAN ABSEN DI BLOGER YA NAK...

KITA AKAN BAHAS KISI KISI MID SEMESTER DI GRUP...


                                             

Selasa, 08 Maret 2022

KRITIK ESSAY 12 IPA 2

                                                                          

                                                                   KRITIK ESSAY

 Assalamualaikum warohmatullohiwabarokatuh.

Apa kabar anak sholih dan sholiha,semoga kalian selalu dalam lindungan,alloh swt. sebelum melaksanakan pembelajaran sebaiknya kita melaksanakan melaksanakan holat sunah dan wajib nya

Anak anak PJJ bindo wajib kalaian ikuti,terlebih lagi materi dan video yang ada pada bloger,kalian lihat dan perhatikan dengan saksama.kemudan nika da pertanyaan dalam bloger,kalian isi pada kolom komentar.

 

Nama Guru                           : Surahmi,s,pd

Mapel                                   : Bahasa Indonesia

Hari/tanggal                          : Selasa,8 Maret 2022

Materi                                   :Kritik Sastra dan Essay


KD : 3.13 Menganalisis sistematika dan kebahasaan kritik dan essay.

        4.13 Mengonstruksi sebuah kritik essay dengan memerhatikan sistematika dan kebahasaan baik lisan maupun tulis.          

 

Tujuan Pembelajaran

1.Siswa dapat membandingkan kritik essay dari aspek pengetahuan dan pandangan penulis.

2.Siswa dapat menyusun kritik essay dengan memperhatikan aspek pengetahuan dan pandangan penulis baik lisan maupun tulis.

Perhatikan dengan cermat materi berikut ini!!!!!


 Pengertian Kritik Sastra dan Esai 

Terlebih dahulu, kita akan membahas kritik sastra. Kritik sastra adalah analisis terhadap suatu karya sastra untuk mengamati atau menilai baik dan buruknya suatu karya secara objektif

Adapun esai diartikan sebagai karangan singkat yang membahas suatu masalah dari sudut pandang pribadi penulisnya. Masalah yang dibahas dalam esai merupakan masalah yang aktual dari berbagai bidang, seperti kesusastraan, kebudayaan, iptek, atau politik. Kamu pastinya sudah tahu dong ya tentang sejarah esai.

Lebih luasnya, Widyamartaya dan Sudiati berpendapat bahwa kritik sastra adalah pengamatan yang teliti, perbandingan yang tepat, dan pertimbangan yang adil terhadap baik dan buruknya kualitas, nilai, serta kebenaran suatu karya sastra. Nantinya, kritik yang sudah diberikan terhadap karya sastra dan esai dapat menjadi panduan yang memadai kepada pembaca tentang kualitas sebuah karya. 

Di samping itu, penulis karya tersebut akan memperoleh masukan yang bersifat membangun karya tersebut 

Prinsip Penulisan Kritik dan Esai

  1. Pokok persoalan yang dibahas harus layak untuk diulas. Hasil ulasannya pun harus memberikan keterangan atau memperlihatkan sebab-musabab yang berkaitan dengan suatu peristiwa yang nyata. Jadi, yang terpenting bukan apa yang diulas, tetapi bagaimana cara penulis memberikan ulasannya.

  2. Pendekatan yang digunakan harus jelas,  apakah persoalan  didekati dengan pendekatan faktual atau imajinatif.

  3. Ulasan yang menggunakan pendekatan faktual harus didukung oleh fakta yang nyata dan objektif. Penulis tidak boleh mengubah fakta untuk mendukung pandangannya. 

  4. Pernyataan yang diungkapkan harus jelas, tidak samar-samar, harus dapat dipercaya, tidak disangsikan atau disangkal, dan dapat dibuktikan kebenarannya.

     

 Struktur Kritik dan Esai

Dalam penulisan kritik sastra maupun esai, ada beberapa struktur atau sistematika yang harus dipenuhi. Ada 3 hal penting dalam struktur kritik dan esai, yakni pernyataan pendapat, argumentasi, dan penegasan ulang atau reiterasi. Pembahasan secara detailnya antara lain:

1. Pernyataan Pendapat

Dalam esai, pendapat atau tesis menyajikan pandangan penulis terhadap objek atau fenomena yang disoroti.

2. Argumentasi

Argumen atau pendapat yang disajikan berupa alasan yang logis serta bersifat subjektif. Penegasan Ulang

3. Reiterasi

Penegasan ulang dalam esai, juga berupa ringkasan atau pengulangan kembali hal yang sudah disampaikan dan menjadi penegasan dari bagian argumentasi.

 

Kaidah Kebahasaan Kritik Sastra dan Esai

Dari segi kebahasaan, kritik sastra dan esai dapat dilihat dari hal berikut:

1. Pernyataan Persuasif

Pernyataan persuasif pada teks berbentuk kritik sastra dan esai, kalimat yang digunakan tidak secara jelas mencirikan kalimat persuasif secara umum. Pernyataan yang disampaikan penulis, mengulas hal dengan data atau kalimat yang logis bertujuan agar menggugah pemikiran pembaca sehingga akhirnya pembaca setuju dengan ide yang disampaikan penulis.

2. Pernyataan Fakta

Dalam kritik dan esai, pendapat penulis disajikan berdasarkan interpretasi ataupun penafsiran dari sudut pandang tertentu dengan disertai fakta-fakta pendukung. Kehadiran fakta berfungsi sebagai sarana untuk memperjelas pendapat.

3. Pernyataan Menilai

Pernyataan yang bersifat menilai atau mengomentari sangat diperlukan untuk mengetahui kurang dan lebihnya suatu karya, yang nantinya akan menjadi bahan evaluasi bagi penulis.

4. Istilah Teknis

Istilah teknis merupakan kosakata yang berkaitan pada bidang ilmu pengetahuan tertentu. Hal ini terkadang perlu dilakukan agar penulis dan pembaca dapat sepaham pada suatu pembahasan tertentu yang perlu dijelaskan secara detail.

5. Kata Kerja Mental

Kata kerja mental adalah kata kerja yang melibatkan perasaan atau respons terhadap suatu tindakan atau kejadian, bukan berupa tindakan atau aksi yang bisa diamati secara fisik.

Contoh: mengingat, merasakan, memikirkan.

 Ciri-Ciri Kritik Sastra dan Esai

Seperti jenis teks lainnya, teks kritik sastra memiliki ciri, agar kamu dapat mengidentifikasi, apakah sebuah teks disebut sebagai kritik sastra.

 

A. Ciri-ciri Kritik Sastra yaitu:

  • Memberikan tanggapan terhadap hasil karya.
  • Memberikan pertimbangan baik dan buruk (kelebihan dan kekurangan) sebuah karya sastra.
  • Pertimbangan bersifat objektif.
  • Memaparkan kesan pribadi kritikus terhadap sebuah karya sastra.
  • Memberikan alternatif perbaikan atau penyempurnaan.
  • Tidak berprasangka.
  • Tidak terpengaruh siapa penulisnya.
  •  

 

 

B. Ciri-ciri Esai yaitu :

  • Berbentuk prosa.
  • Singkat, dapat dibaca dengan santai dalam waktu dua jam.
  • Memiliki gaya pembeda.
  • Selalu tidak utuh.
  • Memenuhi keutuhan penulisan.
  • Mempunyai nada pribadi atau bersifat personal.

 

Contoh Kritik Sastra

Mimpi Anak Belitung pada Novel Sang Pemimpi

Sebuah Kritik Sastra

 

Mimpi adalah bagian kehidupan. Tanpa mimpi kita akan kurang bersemangat untuk menjalani kehidupan. Novel Sang Pemimpi adalah sebuah novel kedua karya Andrea Hirata yang merupakan bagian tetralogi Laskar Pelangi.

Sang Pemimpi adalah judul yang tepat untuk novel ini karena memang kisah yang disajikan membuat pembaca yakin akan kekuatan mimpi. Tentunya, dengan cinta, pengorbanan, dan rahmat Tuhan, kita akan dapat mewujudkan mimpi yang kita miliki.

Tiga tokohnya, Arai, Ikal, dan Jimbron, yang digambarkan sebagai pemimpi telah menamatkan SMP dan akan melanjutkan ke SMA. Dari sinilah perjuangan dan mimpi mereka dimulai. 

Tidak tanggung-tanggung, Arai dan Ikal bermimpi untuk kuliah ke Perancis, sedangkan Jimbron memutuskan untuk menetap di Belitung. Demi impian tersebut, apapun mereka lakukan.

Impian Arai dan Ikal untuk kuliah di Prancis terwujud, Namun, ini barulah awal perjuangan yang sesungguhnya. 

Kekuatan novel ini terdapat dalam nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Pembaca diajarkan agar menjadi orang yang senantiasa bersyukur. Walaupun di tengah kekurangan, jangan mengeluh dan tetap berusaha serta berdoa. Selain itu, dengan kekuatan mimpi, jangan pernah menyerah dan larut dalam kesedihan. Selain itu, penulis mengajarkan tentang nilai-nilai untuk path pada perkataan orang tua.

Dalam novel Sang Pemimpi, juga terdapat kekurangan yang dapat menjadi masukan bagi penulis. Pembaca dapat mengalami kesulitan dalam memahami bahasa yang digunakan karena ada penggunaan bahasa daerah dan bahasa Inggris yang tidak dijelaskan di glosarium. Sebaiknya penulis melengkapi kosakata berbahasa daerah dan asing pada glosarium sehingga pembaca tidak bingung dengan istilah-istilah tersebut. Hal yang digambarkan lewat kata-kata dari kutipan. "Lalu kami beralih menjadi part time office boy di kompleks kantor pemerintah. (hal. 69),


 

Contoh Esai

 

CANDU. Sebuah kata yang tepat untuk menggambarkan keterikatan masyarakat kita pada media sosial. Semua kalangan seakan "terjerat" dalam rutinitas yang sama setiap harinya. Terlebih lagi kaum remaja. Remaja larut dalam aktivitas yang satu ini hampir sepanjang hari. Tentunya ada keasikan tersendiri sehingga remaja betah berlama-lama dalam menggunakannya. Salah satunya, sebagai wadah menuangkan berekspresinya.

Penggunaan media sosial di kalangan remaja akan memberikan dampak bagi penggunanya. Remaja yang tentunya masih dalam usia belajar, sering terganggu waktu belajarnya. Ditambah lagi, sebaran informasi melalui media sosial dapat membentuk opini di kalangan remaja. Misalnya tentang standar kecantikan di kalangan remaja perempuan. Hal lainnya yang sangat berbahaya dari media sosial adalah pornografi dan kejahatan melalui internet. 

Walaupun demikian, kita tidak menampik bahwa media sosial pun memiliki dampak positif, di antaranya untuk menjaga silaturahmi dengan keluarga ataupun saudara yang jauh jarak tempat tinggalnya, mendapatkan ilmu pengetahuan baru, sebagai sumber penyebaran informasi, memperluas jaringan pertemanan, dan sebagai media media promosi bisnis.

Penggunaan teknologi modern tentunya tidak lepas dari pengaruh positif dan negatif. Tentu saja hal ini bergantung dari penggunanya, Remaja diharapkan dapat membatasi diri sendiri serta control dari orang tua sangat diperlukan.

 



 

                                                                   SELAMAT BELAJAR!!!!

 

 

 

DEBAT 10 IPA 1

                                                                        DEBAT

Assalamualaikumwarohmatullohiwabarokatuh.

Anak sholih sholiha,bagaimana kabar kalian,semoga sehat dan selalu dalam lindungan alloh swt.

Seblum kalian melaksanakan PJJ,sebainya sholat dhuha,dan sholat wajibnya dilaksanakan ya nak.

dalam PJJ kalian wajib menyimak materi materi yang ada di bloger,[erhatikan perintah dan jika ada soal,wajib kalian jawab.

Nama Guru   : Surahmi,s.pd

Mapel            : Bahasa Indonesia

Kelas             : x ipa 1

Hari/tanggal   : Selasa,8 Maret 2022

Materi             : Debat

Kd                   :3.13  Menganalisis isi debat permasalahan isu sudut pandang dan argumen beberapa pihak dan simpulan.

                         4.13. Mengembangkan permasalahan isu dari berbagai sudut pandang yang dilengkapi argumen dalam berdebat.

Tujuan Pembelajaran : Agar siswa dapat menganalisis isi debat permasalahan isu sudut pandang dalam                           debat.

                                    Agar siswa dapat mengembangkan permasalahan isu dari                                    berbagai                            pandang.

 

A. Pengertian Debat

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian debat adalah pertukaran dan pembahasan pendapat terkait suatu hal dengan saling menyampaikan argumentasi atau alasan dengan tujuan mempertahankan pendapat bahkan memenangkan pendapat.

Secara umum, debat dapat dipahami sebagai strategi dalam adu pendapat atau argumen dengan tujuan pendapat yang kita bisa mematahkan pendapat lawan, begitupun sebaliknya, pendapat kita tidak dipatahkan oleh lawan. Ada juga yang menyebut, debat adalah aktivitas mengajukan usul dan mempertahankan usulan tersebut.

Pengertian debat sebenarnya banyak sekali, ada banyak perspektif terkait definisi debat. Menurut Wusu Hendrikus, debat merupakan adu argumentasi antara individu atau kelompok dengan tujuan mencapai sebuah kemenangan satu pihak. Pada intinya, debat bertujuan untuk mempertahankan pendapat dan alasan seseorang agar diikuti oleh lawan debat, pengikut, dan orang lain.

Sementara, menurut J. S. Kamdhi (1995), pengertian debat yakni suatu pembahasan atau tukar pendapat oleh setiap peserta tentang suatu pokok masalah, dimana setiap peserta boleh memberikan alasan atau argumen untuk mempertahankan pendapatnya.

Selanjutnya, Henry Guntur Tarigan (1984) mengungkapkan bahwa debat adalah suatu aktivitas saling adu pendapat antar pribadi atau kelompok untuk menentukan baik tidaknya suatu usulan tertentu dengan mempertemukan pihak pendukung dan pihak penyangkal.

Kesimpulannya, debat merupakan pertukaran dan pembahasan usulan atau pendapat dengan saling memberikan alasan atau argumentasi dengan tujuan mempertahankan pendapat dari satu pihak. Oleh karena itu, Teks debat bisa juga diartikan sebagai teks yang berisi pernyataan dan argumentasi dari pihak-pihak yang berdebat tentang permasalahan tertentu dengan tujuan mendiskusikan, memutuskan dan mengkaji perbedaan.

B. Fungsi Debat

Debat memiliki beberapa fungsi yang akan sangat bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari, debat yang perlu di garis bawahi. Berikut adalah poinnya.

  1. Menumbuhkan keterampilan berbicara dalam menyampaikan pendapat dengan baik terhadap konflik yang pro maupun yang kontra.
  2. Membangun daya analitis, terkait dengan keahlian untuk menyimak dan memahami lawan debat.
  3. Menumbuhkan kemampuan dalam menyampaikan argumentasi secara logis dengan bahasa dan gestur sikap yang santun.
  4. Merangsang keterampilan dalam berpikir kritis
  5. Merangsang penelitian terkait isu-isu atau topik kontroversial
  6. Memahami dan mencari tahu sisi positif dan negatif terhadap isu tertentu
  7. Belajar berpikir analitis dan sistematis
  8. Belajar mengungkapkan hasil pemikiran pada orang lain
  9. Meningkatkan rasa percaya diri
  10. Meningkatkan keterampilan dalam melihat sesuatu dari perspektif yang lain
  11. Menumbuhkan keterampilan menilai dan mengklarifikasi pendapat orang lain
  12. Melatih berbicara secara runtut dan lancar

Fungsi debat sangat menguntungkan, keterampilan berbicara dalam debat dapat mendukung komunikasi-komunikasi dengan orang lain di dunia nyata. Namun, tidak semua orang bisa memiliki keterampilan debat. Debat bergantung mentalitas masing-masing orang, dan perlu diketahui juga, tidak semua orang menyukai berbicara, terlebih berdebat.

C. Tujuan Debat

Secara sederhana, debar merupakan adu pendapat untuk mempertahankan pendapat masing-masing untuk menang atau sudah tidak bisa dipatahkan oleh lawan. Berikut adalah tujuan debat secara luas:

  1. Membangun sebuah kasus yang disertai dengan argumen sebagai pendukung. Adapun kiat sukses merancang sebuah kasus dalam debat, yakni mengacu pertanyaan dasar yang meliputi 4W + 1H
  2. Memahami kasus yang tengah terjadi di dalam masyarakat
  3. Melatih menemukan argumentasi berdasarkan data yang kuat dan akurat
  4. Mempengaruhi sikap dan pendapat orang lain agar mereka sepakat dan setuju dengan argumen yang diusulkan.
  5. Sebagai cara untuk menampilkan, meningkatkan, dan mengembangkan komunikasi verbal
  6. Berusaha meyakinkan orang lain bahwa argumen yang dimiliki merupakan argumen yang paling tepat untuk disepakati dan disetujui

D. Ciri-CIri Debat

Berbincang mengenai debat, banyak istilah khusus yang hanya digunakan dalam aktivitas debat. Istilah-istilah khusus yang terdapat dalam debat seperti topik debat atau motion, ada juga istilah tim afirmatif yang berarti kelompok tim pro dan kontra. Selain itu, ketika debat, kedua tim debat sering mengatakan interupsi. Interupsi sama halnya dengan menyatakan pendapat.

Bentuk debat sebenarnya hampir sama ketika kita menyaksikan debat di televisi, ada kedua tim debat yang siap beradu argumen ditambah moderator dan atau sekaligus juri. Berikut merupakan ciri-ciri debat yang perlu diketahui.

Debat memiliki dua sudut pandang, yaitu sudut pandang pihak afirmatif dan sudut pandang pihak negatif. Dapat dikatakan pihak afirmatif ketika orang tersebut setuju pada topik yang didebatkan. Sementara pihak negatif adalah pihak yang tidak menyetujui topik debat itu sendiri.

  1. Terjadi adu pendapat dan argumen untuk mempertahankan argumen dan mendapatkan kemenangan
  2. Terjadi sesi tanya jawab yang bersifat menjatuhkan atau mematahkan argumen lawan
  3. Setiap debat mengutamakan antara pihak pro dan pihak kontra
  4. Satu sama lain saling mempertahankan pendapat atau argumennya masing-masing
  5. Cara menentukan pemenang, dapat dilakukan berdasarkan keputusan seorang juri atau bisa juga dengan voting dari tim juri
  6. Setiap terjadi perdebatan, diperlukan pihak penengah atau biasa disebut moderator. Moderator memiliki peran untuk memimpin jalannya debat.
  7. Menaati prosedur dan aturan debat, yang mana prosedur itu bertujuan untuk melindungi sekaligus mempertahankan argumen kedua belah pihak.

Dari ciri-ciri debat yang sudah disampaikan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa ciri-ciri debat adalah terdiri dari dua pendebat, ada moderator sekaligus juri, atau penunjukkan juri khusus apabila sebuah perlombaan debat.

Simak video berikut ini!

 



 


                                                                  SEALAMAT BELAJAR !!!!

Silakan kalian absen di bloger ya nak.......

Senin, 07 Maret 2022

KARYA ILMIAH XI IPS 3

 

                                           KARYA TULIS ILMIAH

Assalamualaikumwarohmatullohiwabarokatuh.

Anak anak sekalian yg ibu banggakan bagaimana kbarnya semoga kalian dalam keadaan sehat walafiat ya nak.jangan lupa sholat sunah dan wajibnya jangan ditinggalkan.

Materi kita yaitu tentang KARYA TULIS ILMIAH ,perhatikan penjelsan dari yang sudah ibu buat.

NAMA GURU                 : Surahmi,s.pd

KELAS                             : 11 ips 3

MAPEL                             : Bahasa Indonesia

HARI/TANGGAL            : Senin 7 maret 2022

 

KD ; 3.14  Mengidentifikasi informasi tujuan dan esensi sebuah karya ilmiah yang di baca.

         4.14 Merancang informasi tujuan dan esensi yang disajikan dalam karya tulis.

Tujuan Pembelajaran

 Siswa dapat mengidentifikasi dan merancang informasi tujuan dan esensi sebuah karya ilmiah yang di baca.


Pengertian Proposal

  Proposal adalah rancangan usulan kegiatan yang dituangkan dalam bentuk tulisan serta dijelaskan secara terperinci dan sistematis.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), proposal adalah rencana yang dituangkan dalam bentuk rancangan kerja. Adapun kata proposal berasal dari bahasa Inggris “to propose” yang artinya mengajukan.

 

Pengertian karya ilmiah

Pengertian dari Karya Ilmiah adalah karya tulis yang dibuat untuk memecahkan suatu permasalahan dengan landasan teori, metode ilmiah, dan contoh metode penulisan karya ilmiah. Biasanya Karya ilmiah berisikan data, fakta, dan solusi mengenai suatu masalah yang diangkat. Penulisan karya ilmiah dilakukan secara runtut dan sistematis.  

Struktur Karya Ilmiah

Suatu karya ilmiah biasanya memiliki tiga bagian di dalamnya:

1. Pendahuluan

Bagian pendahuluan berisikan dasar-dasar penelitian ilmiah dilakukan, masalah yang diangkat, dan mekanisme penyelesaian masalah itu.

2. Isi dan Pembahasan

Bagian isi dan pembahasan ini bisa terdiri dari satu atau lebih bab. Jumlah bab pada bagian ini bergantung seberapa pelik pembedahan dan pembahasan dari bahan penelitian.

3. Kesimpulan

Bagian kesimpulan berisikan kesimpulan dari hasil analisis pada bagian isi dan pembahasan. Kesimpulan yang disampaikan pada bagian ini berupa penjelasan singkat dan padat mengenai hasil analisis. Biasanya, bagian ini hanya terdiri dari satu bab.


Ciri-ciri Karya Tulis Ilmiah

Ciri-ciri karya ilmia hal yang harus dipahami mengenai karya ilmiah ialah ciri-cirinya:

1. Reproduktif

Artinya karya ilmiah ditulis oleh peneliti atau penulis harus diterima dan dimaknai oleh pembacanya sesuai dengan makna yang ingin disampaikan. Pembaca harus bisa langsung memahami konten dari karya ilmiah.

2.Tidak Ambigu

Ciri ini ada kaitannya dengan reproduktif. Sebuah karya ilmiah harus memberikan pemahaman secara detil dan tidak dikemas dengan bahasa yang tidak membingungkan. Dengan begitu, maksud dari karya ilmiah itu bisa langsung diterima oleh pembacanya.


3. Tidak Emotif

Artinya, karya ilmiah ditulis tidak melibatkan aspek perasaan dari penulisnya. Sebab, karya ilmiah harus memaparkan fakta yang didapatkan dari hasil analisis penelitian, bukan dari perasaan subjektif dari penulisnya.

4. Menggunakan Bahasa Baku

Menggunakan bahasa dan kata baku agar mudah dipahami. Penggunaan bahasa baku itu meliputi setiap aspek penulisannya. Mulai dari penulisan sumber, teori, hingga penulisan kesimpulan. Ketidakbakuan pada tulisan karya ilmiah hanya akan membuat pembacanya bingung dan apa yang ingin disampaikan dalam tulisan tidak dipahami pembaca.


5. Menggunakan Kaidah Keilmuan

Penulisan karya ilmiah harus menggunakan kaidah keilmuan atau istilah-istilah akademik dari bidang penelitian si penulis. Hal itu bertujuan untuk menunjukkan bahwa peneliti atau penulisnya memiliki kapabilitas pada bidang kajian yang dibahas dalam karya ilmiah. Penggunaan kaidah atau istilah ilmiah itu juga menjadi takaran seberapa ahli peneliti pada bidang keilmuannya.

6. Bersifat Dekoratif

Artinya penulis karya ilmiah harus menggunakan istilah atau kata yang memiliki satu makna. Rasional artinya penulis harus menonjolkan keruntutan pikiran yang logis dan kecermatan penelitian. Kedua hal itu penting karena karya ilmiah harus bisa menyampaikan maksud dari penelitian yang dilakukan oleh penulis tanpa membingungkan.


7. Terdapat Kohesi

Artinya karya ilmiah harus memiliki kesinambungan antar bagian dan babnya dan bersifat straight forward maksudnya ialah tidak bertele-tele atau tepat sasaran. Sebuah karya ilmiah setiap bagian atau babnya harus memiliki alur logika yang saling bersambung. Selain itu, penyampaiannya harus tepat sasaran dengan apa yang ingin disampaikan.

8. Bersifat Objektif

Karya ilmiah harus bersifat objektif. Hal ini sangat penting karena karya ilmiah tidak dibuat berdasarkan perasaan penulisnya. Karya ilmiah harus menunjukkan fakta-fakta dan data-data dari hasil analisisnya. Jadi, tidak memiliki kecondongan subjektifitas.

9. Menggunakan Kalimat Efektif

Dan, penulisan karya ilmiah harus menggunakan kalimat efektif. Ciri ini berkaitan dengan semua ciri sebelumnya. Tujuan penggunaan kalimat dalam karya ilmiah agar pembaca tidak dipusingkan dengan penggunaan kalimat yang berputar-putar. Penggunaan kalimat seperti itu hanya akan membuat pembaca bingung.

SIMAK VIDEO DI BAWAH INI !!!!!!!!!






TUGAS KELAS XI IPS 3 YAITU BUKU PAKET HALAMAN 136

KWRJAKAN SOAL PILIHAN GANDA DAN ESSAY DIBUKU LATIHAN.


                                              SELAMAT BELAJAR






v

Jumat, 04 Maret 2022

kritik essay xii ipa 1

                                                         

                                                                 KRITIK ESSAY

 Assalamualaikum warohmatullohiwabarokatuh.

Apa kabar anak sholih dan sholiha,semoga kalian selalu dalam lindungan,alloh swt. sebelum melaksanakan pembelajaran sebaiknya kita melaksanakan melaksanakan holat sunah dan wajib nya

Anak anak PJJ bindo wajib kalaian ikuti,terlebih lagi materi dan video yang ada pada bloger,kalian lihat dan perhatikan dengan saksama.kemudan nika da pertanyaan dalam bloger,kalian isi pada kolom komentar.

 

Nama Guru                           : Surahmi,s,pd

Mapel                                   : Bahasa Indonesia

Hari/tanggal                          : jumat 4 Maret 2022

Materi                                   :Kritik Sastra dan Essay


KD : 3.12 Membandingkan kritik essay dari aspek pengetahuan dan pandangan penulis.

        4.12 Menyusun kritik essay dengan memerhatikan aspek pngetahuan dan pandangan penulis baik  lisan maupun tulis.          

 

Tujuan Pembelajaran

1.Siswa dapat membandingkan kritik essay dari aspek pengetahuan dan pandangan penulis.

2.Siswa dapat menyusun kritik essay dengan memperhatikan aspek pengetahuan dan pandangan penulis baik lisan maupun tulis.

Perhatikan dengan cermat materi berikut ini!!!!!


 Pengertian Kritik Sastra dan Esai 

Terlebih dahulu, kita akan membahas kritik sastra. Kritik sastra adalah analisis terhadap suatu karya sastra untuk mengamati atau menilai baik dan buruknya suatu karya secara objektif

Adapun esai diartikan sebagai karangan singkat yang membahas suatu masalah dari sudut pandang pribadi penulisnya. Masalah yang dibahas dalam esai merupakan masalah yang aktual dari berbagai bidang, seperti kesusastraan, kebudayaan, iptek, atau politik. Kamu pastinya sudah tahu dong ya tentang sejarah esai.

Lebih luasnya, Widyamartaya dan Sudiati berpendapat bahwa kritik sastra adalah pengamatan yang teliti, perbandingan yang tepat, dan pertimbangan yang adil terhadap baik dan buruknya kualitas, nilai, serta kebenaran suatu karya sastra. Nantinya, kritik yang sudah diberikan terhadap karya sastra dan esai dapat menjadi panduan yang memadai kepada pembaca tentang kualitas sebuah karya. 

Di samping itu, penulis karya tersebut akan memperoleh masukan yang bersifat membangun karya tersebut 

Prinsip Penulisan Kritik dan Esai

  1. Pokok persoalan yang dibahas harus layak untuk diulas. Hasil ulasannya pun harus memberikan keterangan atau memperlihatkan sebab-musabab yang berkaitan dengan suatu peristiwa yang nyata. Jadi, yang terpenting bukan apa yang diulas, tetapi bagaimana cara penulis memberikan ulasannya.

  2. Pendekatan yang digunakan harus jelas,  apakah persoalan  didekati dengan pendekatan faktual atau imajinatif.

  3. Ulasan yang menggunakan pendekatan faktual harus didukung oleh fakta yang nyata dan objektif. Penulis tidak boleh mengubah fakta untuk mendukung pandangannya. 

  4. Pernyataan yang diungkapkan harus jelas, tidak samar-samar, harus dapat dipercaya, tidak disangsikan atau disangkal, dan dapat dibuktikan kebenarannya.

     

 Struktur Kritik dan Esai

Dalam penulisan kritik sastra maupun esai, ada beberapa struktur atau sistematika yang harus dipenuhi. Ada 3 hal penting dalam struktur kritik dan esai, yakni pernyataan pendapat, argumentasi, dan penegasan ulang atau reiterasi. Pembahasan secara detailnya antara lain:

1. Pernyataan Pendapat

Dalam esai, pendapat atau tesis menyajikan pandangan penulis terhadap objek atau fenomena yang disoroti.

2. Argumentasi

Argumen atau pendapat yang disajikan berupa alasan yang logis serta bersifat subjektif. Penegasan Ulang

3. Reiterasi

Penegasan ulang dalam esai, juga berupa ringkasan atau pengulangan kembali hal yang sudah disampaikan dan menjadi penegasan dari bagian argumentasi.

 

Kaidah Kebahasaan Kritik Sastra dan Esai

Dari segi kebahasaan, kritik sastra dan esai dapat dilihat dari hal berikut:

1. Pernyataan Persuasif

Pernyataan persuasif pada teks berbentuk kritik sastra dan esai, kalimat yang digunakan tidak secara jelas mencirikan kalimat persuasif secara umum. Pernyataan yang disampaikan penulis, mengulas hal dengan data atau kalimat yang logis bertujuan agar menggugah pemikiran pembaca sehingga akhirnya pembaca setuju dengan ide yang disampaikan penulis.

2. Pernyataan Fakta

Dalam kritik dan esai, pendapat penulis disajikan berdasarkan interpretasi ataupun penafsiran dari sudut pandang tertentu dengan disertai fakta-fakta pendukung. Kehadiran fakta berfungsi sebagai sarana untuk memperjelas pendapat.

3. Pernyataan Menilai

Pernyataan yang bersifat menilai atau mengomentari sangat diperlukan untuk mengetahui kurang dan lebihnya suatu karya, yang nantinya akan menjadi bahan evaluasi bagi penulis.

4. Istilah Teknis

Istilah teknis merupakan kosakata yang berkaitan pada bidang ilmu pengetahuan tertentu. Hal ini terkadang perlu dilakukan agar penulis dan pembaca dapat sepaham pada suatu pembahasan tertentu yang perlu dijelaskan secara detail.

5. Kata Kerja Mental

Kata kerja mental adalah kata kerja yang melibatkan perasaan atau respons terhadap suatu tindakan atau kejadian, bukan berupa tindakan atau aksi yang bisa diamati secara fisik.

Contoh: mengingat, merasakan, memikirkan.

 Ciri-Ciri Kritik Sastra dan Esai

Seperti jenis teks lainnya, teks kritik sastra memiliki ciri, agar kamu dapat mengidentifikasi, apakah sebuah teks disebut sebagai kritik sastra.

 

A. Ciri-ciri Kritik Sastra yaitu:

  • Memberikan tanggapan terhadap hasil karya.
  • Memberikan pertimbangan baik dan buruk (kelebihan dan kekurangan) sebuah karya sastra.
  • Pertimbangan bersifat objektif.
  • Memaparkan kesan pribadi kritikus terhadap sebuah karya sastra.
  • Memberikan alternatif perbaikan atau penyempurnaan.
  • Tidak berprasangka.
  • Tidak terpengaruh siapa penulisnya.
  •  

 

 

B. Ciri-ciri Esai yaitu :

  • Berbentuk prosa.
  • Singkat, dapat dibaca dengan santai dalam waktu dua jam.
  • Memiliki gaya pembeda.
  • Selalu tidak utuh.
  • Memenuhi keutuhan penulisan.
  • Mempunyai nada pribadi atau bersifat personal.

 

Contoh Kritik Sastra

Mimpi Anak Belitung pada Novel Sang Pemimpi

Sebuah Kritik Sastra

 

Mimpi adalah bagian kehidupan. Tanpa mimpi kita akan kurang bersemangat untuk menjalani kehidupan. Novel Sang Pemimpi adalah sebuah novel kedua karya Andrea Hirata yang merupakan bagian tetralogi Laskar Pelangi.

Sang Pemimpi adalah judul yang tepat untuk novel ini karena memang kisah yang disajikan membuat pembaca yakin akan kekuatan mimpi. Tentunya, dengan cinta, pengorbanan, dan rahmat Tuhan, kita akan dapat mewujudkan mimpi yang kita miliki.

Tiga tokohnya, Arai, Ikal, dan Jimbron, yang digambarkan sebagai pemimpi telah menamatkan SMP dan akan melanjutkan ke SMA. Dari sinilah perjuangan dan mimpi mereka dimulai. 

Tidak tanggung-tanggung, Arai dan Ikal bermimpi untuk kuliah ke Perancis, sedangkan Jimbron memutuskan untuk menetap di Belitung. Demi impian tersebut, apapun mereka lakukan.

Impian Arai dan Ikal untuk kuliah di Prancis terwujud, Namun, ini barulah awal perjuangan yang sesungguhnya. 

Kekuatan novel ini terdapat dalam nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Pembaca diajarkan agar menjadi orang yang senantiasa bersyukur. Walaupun di tengah kekurangan, jangan mengeluh dan tetap berusaha serta berdoa. Selain itu, dengan kekuatan mimpi, jangan pernah menyerah dan larut dalam kesedihan. Selain itu, penulis mengajarkan tentang nilai-nilai untuk path pada perkataan orang tua.

Dalam novel Sang Pemimpi, juga terdapat kekurangan yang dapat menjadi masukan bagi penulis. Pembaca dapat mengalami kesulitan dalam memahami bahasa yang digunakan karena ada penggunaan bahasa daerah dan bahasa Inggris yang tidak dijelaskan di glosarium. Sebaiknya penulis melengkapi kosakata berbahasa daerah dan asing pada glosarium sehingga pembaca tidak bingung dengan istilah-istilah tersebut. Hal yang digambarkan lewat kata-kata dari kutipan. "Lalu kami beralih menjadi part time office boy di kompleks kantor pemerintah. (hal. 69),


 

Contoh Esai

 

CANDU. Sebuah kata yang tepat untuk menggambarkan keterikatan masyarakat kita pada media sosial. Semua kalangan seakan "terjerat" dalam rutinitas yang sama setiap harinya. Terlebih lagi kaum remaja. Remaja larut dalam aktivitas yang satu ini hampir sepanjang hari. Tentunya ada keasikan tersendiri sehingga remaja betah berlama-lama dalam menggunakannya. Salah satunya, sebagai wadah menuangkan berekspresinya.

Penggunaan media sosial di kalangan remaja akan memberikan dampak bagi penggunanya. Remaja yang tentunya masih dalam usia belajar, sering terganggu waktu belajarnya. Ditambah lagi, sebaran informasi melalui media sosial dapat membentuk opini di kalangan remaja. Misalnya tentang standar kecantikan di kalangan remaja perempuan. Hal lainnya yang sangat berbahaya dari media sosial adalah pornografi dan kejahatan melalui internet. 

Walaupun demikian, kita tidak menampik bahwa media sosial pun memiliki dampak positif, di antaranya untuk menjaga silaturahmi dengan keluarga ataupun saudara yang jauh jarak tempat tinggalnya, mendapatkan ilmu pengetahuan baru, sebagai sumber penyebaran informasi, memperluas jaringan pertemanan, dan sebagai media media promosi bisnis.

Penggunaan teknologi modern tentunya tidak lepas dari pengaruh positif dan negatif. Tentu saja hal ini bergantung dari penggunanya, Remaja diharapkan dapat membatasi diri sendiri serta control dari orang tua sangat diperlukan.

 

 


 

                                                                   SELAMAT BELAJAR!!!!

 

 

 

karya tulis ilmiah xi ipa 3

                                                      KARYA TULIS ILMIAH

Assalamualaikumwarohmatullohiwabarokatuh.

Anak anak sekalian yg ibu banggakan bagaimana kbarnya semoga kalian dalam keadaan sehat walafiat ya nak.jangan lupa sholat sunah dan wajibnya jangan ditinggalkan.

Materi kita yaitu tentang KARYA TULIS ILMIAH ,perhatikan penjelsan dari yang sudah ibu buat.

NAMA GURU                 : Surahmi,s.pd

KELAS                             : 11 ips 2

MAPEL                             : Bahasa Indonesia

HARI/TANGGAL            : Jumat 4 maret 2022

 

KD ; 3.14  Mengidentifikasi informasi tujuan dan esensi sebuah karya ilmiah yang di baca.

         4.14 Merancang informasi tujuan dan esensi yang disajikan dalam karya tulis.

Tujuan Pembelajaran

 Siswa dapat mengidentifikasi dan merancang informasi tujuan dan esensi sebuah karya ilmiah yang di baca.


Pengertian Proposal

  Proposal adalah rancangan usulan kegiatan yang dituangkan dalam bentuk tulisan serta dijelaskan secara terperinci dan sistematis.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), proposal adalah rencana yang dituangkan dalam bentuk rancangan kerja. Adapun kata proposal berasal dari bahasa Inggris “to propose” yang artinya mengajukan.

 

Pengertian karya ilmiah

Pengertian dari Karya Ilmiah adalah karya tulis yang dibuat untuk memecahkan suatu permasalahan dengan landasan teori, metode ilmiah, dan contoh metode penulisan karya ilmiah. Biasanya Karya ilmiah berisikan data, fakta, dan solusi mengenai suatu masalah yang diangkat. Penulisan karya ilmiah dilakukan secara runtut dan sistematis.  

Struktur Karya Ilmiah

Suatu karya ilmiah biasanya memiliki tiga bagian di dalamnya:

1. Pendahuluan

Bagian pendahuluan berisikan dasar-dasar penelitian ilmiah dilakukan, masalah yang diangkat, dan mekanisme penyelesaian masalah itu.

2. Isi dan Pembahasan

Bagian isi dan pembahasan ini bisa terdiri dari satu atau lebih bab. Jumlah bab pada bagian ini bergantung seberapa pelik pembedahan dan pembahasan dari bahan penelitian.

3. Kesimpulan

Bagian kesimpulan berisikan kesimpulan dari hasil analisis pada bagian isi dan pembahasan. Kesimpulan yang disampaikan pada bagian ini berupa penjelasan singkat dan padat mengenai hasil analisis. Biasanya, bagian ini hanya terdiri dari satu bab.


Ciri-ciri Karya Tulis Ilmiah

Ciri-ciri karya ilmia hal yang harus dipahami mengenai karya ilmiah ialah ciri-cirinya:

1. Reproduktif

Artinya karya ilmiah ditulis oleh peneliti atau penulis harus diterima dan dimaknai oleh pembacanya sesuai dengan makna yang ingin disampaikan. Pembaca harus bisa langsung memahami konten dari karya ilmiah.

2.Tidak Ambigu

Ciri ini ada kaitannya dengan reproduktif. Sebuah karya ilmiah harus memberikan pemahaman secara detil dan tidak dikemas dengan bahasa yang tidak membingungkan. Dengan begitu, maksud dari karya ilmiah itu bisa langsung diterima oleh pembacanya.


3. Tidak Emotif

Artinya, karya ilmiah ditulis tidak melibatkan aspek perasaan dari penulisnya. Sebab, karya ilmiah harus memaparkan fakta yang didapatkan dari hasil analisis penelitian, bukan dari perasaan subjektif dari penulisnya.

4. Menggunakan Bahasa Baku

Menggunakan bahasa dan kata baku agar mudah dipahami. Penggunaan bahasa baku itu meliputi setiap aspek penulisannya. Mulai dari penulisan sumber, teori, hingga penulisan kesimpulan. Ketidakbakuan pada tulisan karya ilmiah hanya akan membuat pembacanya bingung dan apa yang ingin disampaikan dalam tulisan tidak dipahami pembaca.


5. Menggunakan Kaidah Keilmuan

Penulisan karya ilmiah harus menggunakan kaidah keilmuan atau istilah-istilah akademik dari bidang penelitian si penulis. Hal itu bertujuan untuk menunjukkan bahwa peneliti atau penulisnya memiliki kapabilitas pada bidang kajian yang dibahas dalam karya ilmiah. Penggunaan kaidah atau istilah ilmiah itu juga menjadi takaran seberapa ahli peneliti pada bidang keilmuannya.

6. Bersifat Dekoratif

Artinya penulis karya ilmiah harus menggunakan istilah atau kata yang memiliki satu makna. Rasional artinya penulis harus menonjolkan keruntutan pikiran yang logis dan kecermatan penelitian. Kedua hal itu penting karena karya ilmiah harus bisa menyampaikan maksud dari penelitian yang dilakukan oleh penulis tanpa membingungkan.


7. Terdapat Kohesi

Artinya karya ilmiah harus memiliki kesinambungan antar bagian dan babnya dan bersifat straight forward maksudnya ialah tidak bertele-tele atau tepat sasaran. Sebuah karya ilmiah setiap bagian atau babnya harus memiliki alur logika yang saling bersambung. Selain itu, penyampaiannya harus tepat sasaran dengan apa yang ingin disampaikan.

8. Bersifat Objektif

Karya ilmiah harus bersifat objektif. Hal ini sangat penting karena karya ilmiah tidak dibuat berdasarkan perasaan penulisnya. Karya ilmiah harus menunjukkan fakta-fakta dan data-data dari hasil analisisnya. Jadi, tidak memiliki kecondongan subjektifitas.

9. Menggunakan Kalimat Efektif

Dan, penulisan karya ilmiah harus menggunakan kalimat efektif. Ciri ini berkaitan dengan semua ciri sebelumnya. Tujuan penggunaan kalimat dalam karya ilmiah agar pembaca tidak dipusingkan dengan penggunaan kalimat yang berputar-putar. Penggunaan kalimat seperti itu hanya akan membuat pembaca bingung.

SIMAK VIDEO DI BAWAH INI !!!!!!!!!





Jawab pertanyaan berikut melalui kolom komentar,tulis nama dan kelas!!!!!

1.Jelaskan apa saja yang harus ditulis pada bagian pendahuluan Karya Ilmiah.........

2.Apa yang dimaksud dengan Kalimat Efektif...........


                                              SELAMAT BELAJAR







Rabu, 02 Maret 2022

DEBAT X IPA 3

                                              

                                                                         DEBAT

Assalamualaikumwarohmatullohiwabarokatuh.

Anak sholih sholiha,bagaimana kabar kalian,semoga sehat dan selalu dalam lindungan alloh swt.

Seblum kalian melaksanakan PJJ,sebainya sholat dhuha,dan sholat wajibnya dilaksanakan ya nak.

dalam PJJ kalian wajib menyimak materi materi yang ada di bloger,[erhatikan perintah dan jika ada soal,wajib kalian jawab.

Nama Guru   : Surahmi,s.pd

Mapel            : Bahasa Indonesia

Kelas             : x ipa 3

Hari/tanggal   : Rabu,2 Maret 2022

Materi             : Debat

Kd                   :3.13  Menganalisis isi debat permasalahan isu sudut pandang dan argumen beberapa pihak dan simpulan.

                         4.13. Mengembangkan permasalahan isu dari berbagai sudut pandang yang dilengkapi argumen dalam berdebat.

Tujuan Pembelajaran : Agar siswa dapat menganalisis isi debat permasalahan isu sudut pandang dalam                           debat.

                                    Agar siswa dapat mengembangkan permasalahan isu dari                                    berbagai                            pandang.

 

A. Pengertian Debat

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian debat adalah pertukaran dan pembahasan pendapat terkait suatu hal dengan saling menyampaikan argumentasi atau alasan dengan tujuan mempertahankan pendapat bahkan memenangkan pendapat.

Secara umum, debat dapat dipahami sebagai strategi dalam adu pendapat atau argumen dengan tujuan pendapat yang kita bisa mematahkan pendapat lawan, begitupun sebaliknya, pendapat kita tidak dipatahkan oleh lawan. Ada juga yang menyebut, debat adalah aktivitas mengajukan usul dan mempertahankan usulan tersebut.

Pengertian debat sebenarnya banyak sekali, ada banyak perspektif terkait definisi debat. Menurut Wusu Hendrikus, debat merupakan adu argumentasi antara individu atau kelompok dengan tujuan mencapai sebuah kemenangan satu pihak. Pada intinya, debat bertujuan untuk mempertahankan pendapat dan alasan seseorang agar diikuti oleh lawan debat, pengikut, dan orang lain.

Sementara, menurut J. S. Kamdhi (1995), pengertian debat yakni suatu pembahasan atau tukar pendapat oleh setiap peserta tentang suatu pokok masalah, dimana setiap peserta boleh memberikan alasan atau argumen untuk mempertahankan pendapatnya.

Selanjutnya, Henry Guntur Tarigan (1984) mengungkapkan bahwa debat adalah suatu aktivitas saling adu pendapat antar pribadi atau kelompok untuk menentukan baik tidaknya suatu usulan tertentu dengan mempertemukan pihak pendukung dan pihak penyangkal.

Kesimpulannya, debat merupakan pertukaran dan pembahasan usulan atau pendapat dengan saling memberikan alasan atau argumentasi dengan tujuan mempertahankan pendapat dari satu pihak. Oleh karena itu, Teks debat bisa juga diartikan sebagai teks yang berisi pernyataan dan argumentasi dari pihak-pihak yang berdebat tentang permasalahan tertentu dengan tujuan mendiskusikan, memutuskan dan mengkaji perbedaan.

B. Fungsi Debat

Debat memiliki beberapa fungsi yang akan sangat bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari, debat yang perlu di garis bawahi. Berikut adalah poinnya.

  1. Menumbuhkan keterampilan berbicara dalam menyampaikan pendapat dengan baik terhadap konflik yang pro maupun yang kontra.
  2. Membangun daya analitis, terkait dengan keahlian untuk menyimak dan memahami lawan debat.
  3. Menumbuhkan kemampuan dalam menyampaikan argumentasi secara logis dengan bahasa dan gestur sikap yang santun.
  4. Merangsang keterampilan dalam berpikir kritis
  5. Merangsang penelitian terkait isu-isu atau topik kontroversial
  6. Memahami dan mencari tahu sisi positif dan negatif terhadap isu tertentu
  7. Belajar berpikir analitis dan sistematis
  8. Belajar mengungkapkan hasil pemikiran pada orang lain
  9. Meningkatkan rasa percaya diri
  10. Meningkatkan keterampilan dalam melihat sesuatu dari perspektif yang lain
  11. Menumbuhkan keterampilan menilai dan mengklarifikasi pendapat orang lain
  12. Melatih berbicara secara runtut dan lancar

Fungsi debat sangat menguntungkan, keterampilan berbicara dalam debat dapat mendukung komunikasi-komunikasi dengan orang lain di dunia nyata. Namun, tidak semua orang bisa memiliki keterampilan debat. Debat bergantung mentalitas masing-masing orang, dan perlu diketahui juga, tidak semua orang menyukai berbicara, terlebih berdebat.

C. Tujuan Debat

Secara sederhana, debar merupakan adu pendapat untuk mempertahankan pendapat masing-masing untuk menang atau sudah tidak bisa dipatahkan oleh lawan. Berikut adalah tujuan debat secara luas:

  1. Membangun sebuah kasus yang disertai dengan argumen sebagai pendukung. Adapun kiat sukses merancang sebuah kasus dalam debat, yakni mengacu pertanyaan dasar yang meliputi 4W + 1H
  2. Memahami kasus yang tengah terjadi di dalam masyarakat
  3. Melatih menemukan argumentasi berdasarkan data yang kuat dan akurat
  4. Mempengaruhi sikap dan pendapat orang lain agar mereka sepakat dan setuju dengan argumen yang diusulkan.
  5. Sebagai cara untuk menampilkan, meningkatkan, dan mengembangkan komunikasi verbal
  6. Berusaha meyakinkan orang lain bahwa argumen yang dimiliki merupakan argumen yang paling tepat untuk disepakati dan disetujui

D. Ciri-CIri Debat

Berbincang mengenai debat, banyak istilah khusus yang hanya digunakan dalam aktivitas debat. Istilah-istilah khusus yang terdapat dalam debat seperti topik debat atau motion, ada juga istilah tim afirmatif yang berarti kelompok tim pro dan kontra. Selain itu, ketika debat, kedua tim debat sering mengatakan interupsi. Interupsi sama halnya dengan menyatakan pendapat.

Bentuk debat sebenarnya hampir sama ketika kita menyaksikan debat di televisi, ada kedua tim debat yang siap beradu argumen ditambah moderator dan atau sekaligus juri. Berikut merupakan ciri-ciri debat yang perlu diketahui.

Debat memiliki dua sudut pandang, yaitu sudut pandang pihak afirmatif dan sudut pandang pihak negatif. Dapat dikatakan pihak afirmatif ketika orang tersebut setuju pada topik yang didebatkan. Sementara pihak negatif adalah pihak yang tidak menyetujui topik debat itu sendiri.

  1. Terjadi adu pendapat dan argumen untuk mempertahankan argumen dan mendapatkan kemenangan
  2. Terjadi sesi tanya jawab yang bersifat menjatuhkan atau mematahkan argumen lawan
  3. Setiap debat mengutamakan antara pihak pro dan pihak kontra
  4. Satu sama lain saling mempertahankan pendapat atau argumennya masing-masing
  5. Cara menentukan pemenang, dapat dilakukan berdasarkan keputusan seorang juri atau bisa juga dengan voting dari tim juri
  6. Setiap terjadi perdebatan, diperlukan pihak penengah atau biasa disebut moderator. Moderator memiliki peran untuk memimpin jalannya debat.
  7. Menaati prosedur dan aturan debat, yang mana prosedur itu bertujuan untuk melindungi sekaligus mempertahankan argumen kedua belah pihak.

Dari ciri-ciri debat yang sudah disampaikan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa ciri-ciri debat adalah terdiri dari dua pendebat, ada moderator sekaligus juri, atau penunjukkan juri khusus apabila sebuah perlombaan debat.

Simak video berikut ini!


 

 Dari mataeri yang sudah kalian baca,dan melihat video tersebut,silakan kalian jawab pertanyaan berikut ini dengan tepat !!

TUGAS DIBUKU PAKET PILIHAN GANDA DAN ESSAY


                                             

Selasa, 01 Maret 2022

KRITIK ESSAY 12 IPA 2

                                                                       

                                                                KRITIK ESSAY

 Assalamualaikum warohmatullohiwabarokatuh.

Apa kabar anak sholih dan sholiha,semoga kalian selalu dalam lindungan,alloh swt. sebelum melaksanakan pembelajaran sebaiknya kita melaksanakan melaksanakan holat sunah dan wajib nya

Anak anak PJJ bindo wajib kalaian ikuti,terlebih lagi materi dan video yang ada pada bloger,kalian lihat dan perhatikan dengan saksama.kemudan nika da pertanyaan dalam bloger,kalian isi pada kolom komentar.

 

Nama Guru                           : Surahmi,s,pd

Mapel                                   : Bahasa Indonesia

Hari/tanggal                          : Selasa,1 Maret 2022

Materi                                   :Kritik Sastra dan Essay


KD : 3.12 Membandingkan kritik essay dari aspek pengetahuan dan pandangan penulis.

        4.12 Menyusun kritik essay dengan memerhatikan aspek pngetahuan dan pandangan penulis baik  lisan maupun tulis.          

 

Tujuan Pembelajaran

1.Siswa dapat membandingkan kritik essay dari aspek pengetahuan dan pandangan penulis.

2.Siswa dapat menyusun kritik essay dengan memperhatikan aspek pengetahuan dan pandangan penulis baik lisan maupun tulis.

Perhatikan dengan cermat materi berikut ini!!!!!


 Pengertian Kritik Sastra dan Esai 

Terlebih dahulu, kita akan membahas kritik sastra. Kritik sastra adalah analisis terhadap suatu karya sastra untuk mengamati atau menilai baik dan buruknya suatu karya secara objektif

Adapun esai diartikan sebagai karangan singkat yang membahas suatu masalah dari sudut pandang pribadi penulisnya. Masalah yang dibahas dalam esai merupakan masalah yang aktual dari berbagai bidang, seperti kesusastraan, kebudayaan, iptek, atau politik. Kamu pastinya sudah tahu dong ya tentang sejarah esai.

Lebih luasnya, Widyamartaya dan Sudiati berpendapat bahwa kritik sastra adalah pengamatan yang teliti, perbandingan yang tepat, dan pertimbangan yang adil terhadap baik dan buruknya kualitas, nilai, serta kebenaran suatu karya sastra. Nantinya, kritik yang sudah diberikan terhadap karya sastra dan esai dapat menjadi panduan yang memadai kepada pembaca tentang kualitas sebuah karya. 

Di samping itu, penulis karya tersebut akan memperoleh masukan yang bersifat membangun karya tersebut 

Prinsip Penulisan Kritik dan Esai

  1. Pokok persoalan yang dibahas harus layak untuk diulas. Hasil ulasannya pun harus memberikan keterangan atau memperlihatkan sebab-musabab yang berkaitan dengan suatu peristiwa yang nyata. Jadi, yang terpenting bukan apa yang diulas, tetapi bagaimana cara penulis memberikan ulasannya.

  2. Pendekatan yang digunakan harus jelas,  apakah persoalan  didekati dengan pendekatan faktual atau imajinatif.

  3. Ulasan yang menggunakan pendekatan faktual harus didukung oleh fakta yang nyata dan objektif. Penulis tidak boleh mengubah fakta untuk mendukung pandangannya. 

  4. Pernyataan yang diungkapkan harus jelas, tidak samar-samar, harus dapat dipercaya, tidak disangsikan atau disangkal, dan dapat dibuktikan kebenarannya.

     

 Struktur Kritik dan Esai

Dalam penulisan kritik sastra maupun esai, ada beberapa struktur atau sistematika yang harus dipenuhi. Ada 3 hal penting dalam struktur kritik dan esai, yakni pernyataan pendapat, argumentasi, dan penegasan ulang atau reiterasi. Pembahasan secara detailnya antara lain:

1. Pernyataan Pendapat

Dalam esai, pendapat atau tesis menyajikan pandangan penulis terhadap objek atau fenomena yang disoroti.

2. Argumentasi

Argumen atau pendapat yang disajikan berupa alasan yang logis serta bersifat subjektif. Penegasan Ulang

3. Reiterasi

Penegasan ulang dalam esai, juga berupa ringkasan atau pengulangan kembali hal yang sudah disampaikan dan menjadi penegasan dari bagian argumentasi.

 

Kaidah Kebahasaan Kritik Sastra dan Esai

Dari segi kebahasaan, kritik sastra dan esai dapat dilihat dari hal berikut:

1. Pernyataan Persuasif

Pernyataan persuasif pada teks berbentuk kritik sastra dan esai, kalimat yang digunakan tidak secara jelas mencirikan kalimat persuasif secara umum. Pernyataan yang disampaikan penulis, mengulas hal dengan data atau kalimat yang logis bertujuan agar menggugah pemikiran pembaca sehingga akhirnya pembaca setuju dengan ide yang disampaikan penulis.

2. Pernyataan Fakta

Dalam kritik dan esai, pendapat penulis disajikan berdasarkan interpretasi ataupun penafsiran dari sudut pandang tertentu dengan disertai fakta-fakta pendukung. Kehadiran fakta berfungsi sebagai sarana untuk memperjelas pendapat.

3. Pernyataan Menilai

Pernyataan yang bersifat menilai atau mengomentari sangat diperlukan untuk mengetahui kurang dan lebihnya suatu karya, yang nantinya akan menjadi bahan evaluasi bagi penulis.

4. Istilah Teknis

Istilah teknis merupakan kosakata yang berkaitan pada bidang ilmu pengetahuan tertentu. Hal ini terkadang perlu dilakukan agar penulis dan pembaca dapat sepaham pada suatu pembahasan tertentu yang perlu dijelaskan secara detail.

5. Kata Kerja Mental

Kata kerja mental adalah kata kerja yang melibatkan perasaan atau respons terhadap suatu tindakan atau kejadian, bukan berupa tindakan atau aksi yang bisa diamati secara fisik.

Contoh: mengingat, merasakan, memikirkan.

 Ciri-Ciri Kritik Sastra dan Esai

Seperti jenis teks lainnya, teks kritik sastra memiliki ciri, agar kamu dapat mengidentifikasi, apakah sebuah teks disebut sebagai kritik sastra.

 

A. Ciri-ciri Kritik Sastra yaitu:

  • Memberikan tanggapan terhadap hasil karya.
  • Memberikan pertimbangan baik dan buruk (kelebihan dan kekurangan) sebuah karya sastra.
  • Pertimbangan bersifat objektif.
  • Memaparkan kesan pribadi kritikus terhadap sebuah karya sastra.
  • Memberikan alternatif perbaikan atau penyempurnaan.
  • Tidak berprasangka.
  • Tidak terpengaruh siapa penulisnya.
  •  

 

 

B. Ciri-ciri Esai yaitu :

  • Berbentuk prosa.
  • Singkat, dapat dibaca dengan santai dalam waktu dua jam.
  • Memiliki gaya pembeda.
  • Selalu tidak utuh.
  • Memenuhi keutuhan penulisan.
  • Mempunyai nada pribadi atau bersifat personal.

 

Contoh Kritik Sastra

Mimpi Anak Belitung pada Novel Sang Pemimpi

Sebuah Kritik Sastra

 

Mimpi adalah bagian kehidupan. Tanpa mimpi kita akan kurang bersemangat untuk menjalani kehidupan. Novel Sang Pemimpi adalah sebuah novel kedua karya Andrea Hirata yang merupakan bagian tetralogi Laskar Pelangi.

Sang Pemimpi adalah judul yang tepat untuk novel ini karena memang kisah yang disajikan membuat pembaca yakin akan kekuatan mimpi. Tentunya, dengan cinta, pengorbanan, dan rahmat Tuhan, kita akan dapat mewujudkan mimpi yang kita miliki.

Tiga tokohnya, Arai, Ikal, dan Jimbron, yang digambarkan sebagai pemimpi telah menamatkan SMP dan akan melanjutkan ke SMA. Dari sinilah perjuangan dan mimpi mereka dimulai. 

Tidak tanggung-tanggung, Arai dan Ikal bermimpi untuk kuliah ke Perancis, sedangkan Jimbron memutuskan untuk menetap di Belitung. Demi impian tersebut, apapun mereka lakukan.

Impian Arai dan Ikal untuk kuliah di Prancis terwujud, Namun, ini barulah awal perjuangan yang sesungguhnya. 

Kekuatan novel ini terdapat dalam nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Pembaca diajarkan agar menjadi orang yang senantiasa bersyukur. Walaupun di tengah kekurangan, jangan mengeluh dan tetap berusaha serta berdoa. Selain itu, dengan kekuatan mimpi, jangan pernah menyerah dan larut dalam kesedihan. Selain itu, penulis mengajarkan tentang nilai-nilai untuk path pada perkataan orang tua.

Dalam novel Sang Pemimpi, juga terdapat kekurangan yang dapat menjadi masukan bagi penulis. Pembaca dapat mengalami kesulitan dalam memahami bahasa yang digunakan karena ada penggunaan bahasa daerah dan bahasa Inggris yang tidak dijelaskan di glosarium. Sebaiknya penulis melengkapi kosakata berbahasa daerah dan asing pada glosarium sehingga pembaca tidak bingung dengan istilah-istilah tersebut. Hal yang digambarkan lewat kata-kata dari kutipan. "Lalu kami beralih menjadi part time office boy di kompleks kantor pemerintah. (hal. 69),


 

Contoh Esai

 

CANDU. Sebuah kata yang tepat untuk menggambarkan keterikatan masyarakat kita pada media sosial. Semua kalangan seakan "terjerat" dalam rutinitas yang sama setiap harinya. Terlebih lagi kaum remaja. Remaja larut dalam aktivitas yang satu ini hampir sepanjang hari. Tentunya ada keasikan tersendiri sehingga remaja betah berlama-lama dalam menggunakannya. Salah satunya, sebagai wadah menuangkan berekspresinya.

Penggunaan media sosial di kalangan remaja akan memberikan dampak bagi penggunanya. Remaja yang tentunya masih dalam usia belajar, sering terganggu waktu belajarnya. Ditambah lagi, sebaran informasi melalui media sosial dapat membentuk opini di kalangan remaja. Misalnya tentang standar kecantikan di kalangan remaja perempuan. Hal lainnya yang sangat berbahaya dari media sosial adalah pornografi dan kejahatan melalui internet. 

Walaupun demikian, kita tidak menampik bahwa media sosial pun memiliki dampak positif, di antaranya untuk menjaga silaturahmi dengan keluarga ataupun saudara yang jauh jarak tempat tinggalnya, mendapatkan ilmu pengetahuan baru, sebagai sumber penyebaran informasi, memperluas jaringan pertemanan, dan sebagai media media promosi bisnis.

Penggunaan teknologi modern tentunya tidak lepas dari pengaruh positif dan negatif. Tentu saja hal ini bergantung dari penggunanya, Remaja diharapkan dapat membatasi diri sendiri serta control dari orang tua sangat diperlukan.

 

 


 

                                                                   SELAMAT BELAJAR!!!!

 

 

DEBAT X IPA 1

                                                                      

 

                                                                            DEBAT

Assalamualaikumwarohmatullohiwabarokatuh.

Anak sholih sholiha,bagaimana kabar kalian,semoga sehat dan selalu dalam lindungan alloh swt.

Seblum kalian melaksanakan PJJ,sebainya sholat dhuha,dan sholat wajibnya dilaksanakan ya nak.

dalam PJJ kalian wajib menyimak materi materi yang ada di bloger,[erhatikan perintah dan jika ada soal,wajib kalian jawab.

Nama Guru   : Surahmi,s.pd

Mapel            : Bahasa Indonesia

Kelas             : x ipa 1

Hari/tanggal   : Selasa,1 Maret 2022

Materi             : Debat

Kd                   :3.13  Menganalisis isi debat permasalahan isu sudut pandang dan argumen beberapa pihak dan simpulan.

                         4.13. Mengembangkan permasalahan isu dari berbagai sudut pandang yang dilengkapi argumen dalam berdebat.

Tujuan Pembelajaran : Agar siswa dapat menganalisis isi debat permasalahan isu sudut pandang dalam                           debat.

                                    Agar siswa dapat mengembangkan permasalahan isu dari                                    berbagai                            pandang.

 

A. Pengertian Debat

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian debat adalah pertukaran dan pembahasan pendapat terkait suatu hal dengan saling menyampaikan argumentasi atau alasan dengan tujuan mempertahankan pendapat bahkan memenangkan pendapat.

Secara umum, debat dapat dipahami sebagai strategi dalam adu pendapat atau argumen dengan tujuan pendapat yang kita bisa mematahkan pendapat lawan, begitupun sebaliknya, pendapat kita tidak dipatahkan oleh lawan. Ada juga yang menyebut, debat adalah aktivitas mengajukan usul dan mempertahankan usulan tersebut.

Pengertian debat sebenarnya banyak sekali, ada banyak perspektif terkait definisi debat. Menurut Wusu Hendrikus, debat merupakan adu argumentasi antara individu atau kelompok dengan tujuan mencapai sebuah kemenangan satu pihak. Pada intinya, debat bertujuan untuk mempertahankan pendapat dan alasan seseorang agar diikuti oleh lawan debat, pengikut, dan orang lain.

Sementara, menurut J. S. Kamdhi (1995), pengertian debat yakni suatu pembahasan atau tukar pendapat oleh setiap peserta tentang suatu pokok masalah, dimana setiap peserta boleh memberikan alasan atau argumen untuk mempertahankan pendapatnya.

Selanjutnya, Henry Guntur Tarigan (1984) mengungkapkan bahwa debat adalah suatu aktivitas saling adu pendapat antar pribadi atau kelompok untuk menentukan baik tidaknya suatu usulan tertentu dengan mempertemukan pihak pendukung dan pihak penyangkal.

Kesimpulannya, debat merupakan pertukaran dan pembahasan usulan atau pendapat dengan saling memberikan alasan atau argumentasi dengan tujuan mempertahankan pendapat dari satu pihak. Oleh karena itu, Teks debat bisa juga diartikan sebagai teks yang berisi pernyataan dan argumentasi dari pihak-pihak yang berdebat tentang permasalahan tertentu dengan tujuan mendiskusikan, memutuskan dan mengkaji perbedaan.

B. Fungsi Debat

Debat memiliki beberapa fungsi yang akan sangat bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari, debat yang perlu di garis bawahi. Berikut adalah poinnya.

  1. Menumbuhkan keterampilan berbicara dalam menyampaikan pendapat dengan baik terhadap konflik yang pro maupun yang kontra.
  2. Membangun daya analitis, terkait dengan keahlian untuk menyimak dan memahami lawan debat.
  3. Menumbuhkan kemampuan dalam menyampaikan argumentasi secara logis dengan bahasa dan gestur sikap yang santun.
  4. Merangsang keterampilan dalam berpikir kritis
  5. Merangsang penelitian terkait isu-isu atau topik kontroversial
  6. Memahami dan mencari tahu sisi positif dan negatif terhadap isu tertentu
  7. Belajar berpikir analitis dan sistematis
  8. Belajar mengungkapkan hasil pemikiran pada orang lain
  9. Meningkatkan rasa percaya diri
  10. Meningkatkan keterampilan dalam melihat sesuatu dari perspektif yang lain
  11. Menumbuhkan keterampilan menilai dan mengklarifikasi pendapat orang lain
  12. Melatih berbicara secara runtut dan lancar

Fungsi debat sangat menguntungkan, keterampilan berbicara dalam debat dapat mendukung komunikasi-komunikasi dengan orang lain di dunia nyata. Namun, tidak semua orang bisa memiliki keterampilan debat. Debat bergantung mentalitas masing-masing orang, dan perlu diketahui juga, tidak semua orang menyukai berbicara, terlebih berdebat.

C. Tujuan Debat

Secara sederhana, debar merupakan adu pendapat untuk mempertahankan pendapat masing-masing untuk menang atau sudah tidak bisa dipatahkan oleh lawan. Berikut adalah tujuan debat secara luas:

  1. Membangun sebuah kasus yang disertai dengan argumen sebagai pendukung. Adapun kiat sukses merancang sebuah kasus dalam debat, yakni mengacu pertanyaan dasar yang meliputi 4W + 1H
  2. Memahami kasus yang tengah terjadi di dalam masyarakat
  3. Melatih menemukan argumentasi berdasarkan data yang kuat dan akurat
  4. Mempengaruhi sikap dan pendapat orang lain agar mereka sepakat dan setuju dengan argumen yang diusulkan.
  5. Sebagai cara untuk menampilkan, meningkatkan, dan mengembangkan komunikasi verbal
  6. Berusaha meyakinkan orang lain bahwa argumen yang dimiliki merupakan argumen yang paling tepat untuk disepakati dan disetujui

D. Ciri-CIri Debat

Berbincang mengenai debat, banyak istilah khusus yang hanya digunakan dalam aktivitas debat. Istilah-istilah khusus yang terdapat dalam debat seperti topik debat atau motion, ada juga istilah tim afirmatif yang berarti kelompok tim pro dan kontra. Selain itu, ketika debat, kedua tim debat sering mengatakan interupsi. Interupsi sama halnya dengan menyatakan pendapat.

Bentuk debat sebenarnya hampir sama ketika kita menyaksikan debat di televisi, ada kedua tim debat yang siap beradu argumen ditambah moderator dan atau sekaligus juri. Berikut merupakan ciri-ciri debat yang perlu diketahui.

Debat memiliki dua sudut pandang, yaitu sudut pandang pihak afirmatif dan sudut pandang pihak negatif. Dapat dikatakan pihak afirmatif ketika orang tersebut setuju pada topik yang didebatkan. Sementara pihak negatif adalah pihak yang tidak menyetujui topik debat itu sendiri.

  1. Terjadi adu pendapat dan argumen untuk mempertahankan argumen dan mendapatkan kemenangan
  2. Terjadi sesi tanya jawab yang bersifat menjatuhkan atau mematahkan argumen lawan
  3. Setiap debat mengutamakan antara pihak pro dan pihak kontra
  4. Satu sama lain saling mempertahankan pendapat atau argumennya masing-masing
  5. Cara menentukan pemenang, dapat dilakukan berdasarkan keputusan seorang juri atau bisa juga dengan voting dari tim juri
  6. Setiap terjadi perdebatan, diperlukan pihak penengah atau biasa disebut moderator. Moderator memiliki peran untuk memimpin jalannya debat.
  7. Menaati prosedur dan aturan debat, yang mana prosedur itu bertujuan untuk melindungi sekaligus mempertahankan argumen kedua belah pihak.

Dari ciri-ciri debat yang sudah disampaikan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa ciri-ciri debat adalah terdiri dari dua pendebat, ada moderator sekaligus juri, atau penunjukkan juri khusus apabila sebuah perlombaan debat.

Simak video berikut ini!


 

 Dari mataeri yang sudah kalian baca,dan melihat video tersebut,silakan kalian jawab pertanyaan berikut ini dengan tepat !!

TUGAS DIBUKU PAKET PILIHAN GANDA DAN ESSAY


                                              SEALAMAT BELAJAR !!!!